Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

200 Siswa Diduga Keracunan, Dapur MBG Tembok Dukuh Tutup Sementara

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi keracunan makanan
Ilustrasi keracunan makanan

RADAR KUDUS - Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya membuat pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh mengambil langkah cepat.

Pihak SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, langsung menghentikan distribusi makanan ke sekolah-sekolah setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami gejala keracunan pada Senin, 11 Mei 2026.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menjelaskan bahwa penghentian distribusi dilakukan segera setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai banyaknya siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan usai menyantap menu MBG.

Baca Juga: SPPG Surabaya Tunggu Hasil Lab, Menu Daging Diduga Jadi Penyebab Keracunan

Menurutnya, dapur SPPG biasanya mendistribusikan sekitar 3.020 porsi makanan setiap hari ke sejumlah sekolah penerima program. Namun pada hari kejadian, distribusi dihentikan lebih awal setelah sekitar dua ribuan paket makanan sempat dikirim.

Selain menarik distribusi makanan, SPPG Tembok Dukuh juga memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional hingga hasil pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.

Chafi menyebut keputusan penghentian operasional diambil sebagai langkah evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menegaskan pihaknya akan menunggu hasil uji sampel makanan sebelum menentukan kelanjutan operasional dapur MBG tersebut.

Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan sejak Februari 2026, SPPG Tembok Dukuh disebut telah mengantongi izin dan sertifikasi sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional.

Pihak SPPG juga memastikan seluruh proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai standar yang berlaku. Chafi menegaskan bahan makanan, termasuk daging yang digunakan, berada dalam kondisi segar saat diterima oleh dapur.

Ia menyebut daging memang menjadi bahan yang cukup sensitif dan berisiko tinggi apabila proses penanganannya tidak tepat. Namun menurutnya, proses memasak hingga penggunaan bumbu sudah mengikuti resep dan standar operasional yang ditetapkan.

Sampai saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan MBG tersebut kini sedang diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.

Chafi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan keluarga yang terdampak insiden tersebut. Ia memastikan pihak SPPG siap bertanggung jawab dan melakukan evaluasi total terhadap sistem distribusi serta pengolahan makanan.

Kasus ini bermula ketika ratusan siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Bubutan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG pada Senin pagi.

Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan data sementara, sekitar 200 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual dan pusing.

Menurut Tyas, dugaan sementara mengarah pada menu lauk berbahan daging yang dibagikan pada hari itu. Ia menyebut sebelumnya siswa jarang menerima menu daging dalam paket MBG sehingga menu tersebut menjadi perhatian utama dalam penyelidikan awal.

Meski demikian, pihak kesehatan menegaskan penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan sebelum hasil laboratorium resmi keluar.

Editor : Mahendra Aditya
#siswa keracunan Surabaya #SPPG Surabaya #MBG Surabaya #Tembok Dukuh #keracunan mbg