RADAR KUDUS – Kasus dugaan penyerangan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu terus didalami aparat kepolisian. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, Polres Malang telah memeriksa total 24 saksi guna mengungkap pelaku pengeroyokan dan perusakan kendaraan yang viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan penyidik terus mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian.
“Pemeriksaan saksi masih berjalan dan kami terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap identitas para pelaku,” ujar Bambang.
Polisi Intensifkan Pemeriksaan Saksi
Pada hari pertama penyelidikan, polisi telah memeriksa 17 saksi. Pemeriksaan kemudian berlanjut dengan tambahan tujuh saksi lainnya pada hari berikutnya.
Dengan demikian, total 24 orang telah dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi di wilayah Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tersebut.
Meski penyelidikan terus dilakukan, hingga saat ini polisi belum mengamankan terduga pelaku dalam kasus tersebut.
“Belum ada pelaku yang diamankan. Kami berharap proses penyelidikan segera membuahkan hasil maksimal,” kata Bambang.
Video Penyerangan Viral di Media Sosial
Kasus ini mencuat setelah video dugaan penyerangan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah kendaraan berpelat “L” mengalami kerusakan, mulai dari kaca pecah hingga coretan bernada penghinaan terhadap suporter Persebaya Surabaya.
Selain kerusakan kendaraan, beberapa korban juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Rombongan wisatawan diketahui tengah berlibur dan menginap di kawasan Pantai Wediawu. Mereka disebut tidak membawa atribut kelompok suporter tertentu.
Diduga Dipicu Nyanyian Bernada Provokatif
Setelah video penyerangan viral, muncul rekaman lain berdurasi sekitar 25 detik yang memperlihatkan suasana di salah satu cottage tempat wisatawan menginap.
Dalam video tersebut terdengar nyanyian yang diduga berisi ujaran provokatif terhadap Arema FC dan kelompok pendukungnya, Aremania.
Narasi yang beredar menyebut nyanyian itu menjadi pemicu kemarahan massa hingga terjadi aksi penyerangan dan sweeping terhadap wisatawan.
Namun hingga kini polisi masih mendalami motif sebenarnya dan belum menyimpulkan penyebab utama kejadian tersebut.
Polisi Imbau Masyarakat Tetap Kondusif
Pihak kepolisian meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Polres Malang juga memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Editor : Mahendra Aditya