Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Polemik Anggaran "Sepatu Rakyat" Rp27 Miliar: Owner Stradenine Buka Suara Soal Mark-Up Harga dan Pencatutan Brand

Ghina Nailal Husna • Senin, 4 Mei 2026 | 22:32 WIB
Owner Stradenine Buka Suara Soal Mark-Up Harga dan Pencatutan Brand
Owner Stradenine Buka Suara Soal Mark-Up Harga dan Pencatutan Brand

 


RADAR KUDUS – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan isu dugaan penggelembungan anggaran (mark-up) dalam proyek pengadaan "Sepatu Sekolah Rakyat" tahun anggaran 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Proyek bernilai total Rp27 miliar tersebut menjadi sorotan tajam setelah muncul asumsi bahwa harga per pasang sepatu dibanderol mencapai Rp700.000.

Di tengah panasnya perbincangan, nama brand lokal asal Surabaya, Stradenine, mendadak ikut terseret.

Baca Juga: Skandal Oknum Dosen UIN Jambi: Dinonaktifkan Pasca-Penggerebekan, Kini Terancam Pidana Perzinaan dan Penelantaran

Pemilik Stradenine, Reynaldi Kurniawan Daud, akhirnya memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan simpang siur informasi yang beredar.

Reynaldi mengaku pertama kali mengetahui nama brand-nya dikaitkan dengan proyek miliaran rupiah tersebut melalui platform media sosial Threads. Ia terkejut melihat foto produknya dijadikan bahan diskusi terkait transparansi anggaran negara.

"Sebenarnya saya juga kaget. Tiba-tiba kok viral brand saya ini. Saya tahunya pertama kali dari Threads, di sana ramai sekali membahas soal pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat ini," ungkap Reynaldi saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).

Pemicu spekulasi publik adalah sebuah foto yang memperlihatkan momen seremonial Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Dalam foto tersebut, keduanya tampak sedang memasangkan sepatu ke kaki siswa Sekolah Rakyat.

Reynaldi membenarkan bahwa sepatu yang digunakan dalam foto tersebut adalah merek Stradenine.

 Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan produknya di sana tidak mencerminkan adanya kontrak pengadaan besar-besaran antara perusahaannya dengan kementerian.

"Itu foto saat acara seremonial. Kebetulan sepatu yang difoto memang merek saya, Stradenine. Tapi, itu tidak ada kaitannya dengan proyek pengadaan puluhan ribu pasang sepatu yang saat ini sedang disorot anggarannya," jelasnya.

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Reynaldi adalah soal disparitas harga. Publik berasumsi harga sepatu dalam proyek tersebut mencapai Rp700.000, sementara harga riil produk Stradenine di pasaran jauh di bawah angka tersebut.

"Framing terhadap brand saya sudah mulai ke mana-mana, makanya kita harus klarifikasi. Untuk sepatu sekolah, harga Stradenine itu hanya di kisaran Rp179.000 hingga Rp300.000. Itu pun yang Rp300.000 sudah masuk kategori premium untuk lifestyle dan running. 

Jadi kami ingin tegaskan: brand kita tidak semahal yang diisukan dalam proyek itu," tambah Reynaldi.

Lebih jauh, Reynaldi memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kerja sama formal maupun pembelian langsung dalam jumlah besar dari pihak kementerian kepada perusahaannya. Stradenine, menurutnya, tetap konsisten pada jalur distribusi konvensional.

Baca Juga: Skandal Manipulasi Absensi di Brebes: 3.000 ASN Gunakan Aplikasi Ilegal untuk "Bolos" Massal

"Kami fokus memasarkan produk melalui distributor, toko online, serta offline di seluruh Indonesia. Tidak ada pesanan langsung dari kementerian terkait program tersebut," pungkasnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memisahkan antara reputasi brand lokal yang berupaya menyediakan produk terjangkau dengan polemik transparansi anggaran yang kini tengah menjadi urusan otoritas terkait.

Publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak kementerian mengenai rincian anggaran Rp27 miliar yang menjadi pangkal persoalan ini. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Sepatu Sekolah Rakyat #Stradenine #Anggaran Kemensos #Mark-up Harga #Brand Lokal Surabaya