Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Beri Jawaban Menohok soal Narasi "Indonesia Gelap": "Kalau Mau Kabur, Kabur Aja!"

Ghina Nailal Husna • Kamis, 30 April 2026 | 06:58 WIB
Prabowo Beri Jawaban Menohok soal Narasi "Indonesia Gelap"
Prabowo Beri Jawaban Menohok soal Narasi "Indonesia Gelap"

 

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto memberikan respons tegas terhadap berbagai narasi pesimistis yang menyebut masa depan Indonesia tengah berada dalam kondisi "gelap" atau suram.

Dengan gaya bicaranya yang lugas dan berapi-api, Presiden menyindir pihak-pihak yang terus menebarkan aura negatif di tengah kerja keras pemerintah membangun kemandirian ekonomi nasional.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga: Batas Kesabaran Na Daehoon: Murka Anak Jadi Bahan Konten "Jokes" Safrie dan Jule di Media Sosial

 Di depan para tamu undangan dan pelaku industri, ia menekankan bahwa optimisme adalah modal utama untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo tidak menutupi rasa herannya terhadap segelintir kelompok yang terus memandang sinis perkembangan negara. Ia menilai narasi "Indonesia Gelap" hanyalah pandangan dari mereka yang enggan melihat kemajuan yang sudah ada.

"Ada yang bilang Indonesia gelap, Indonesia suram. Saya bilang, itu mungkin matanya yang buram, atau memang tidak mau melihat kenyataan," ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.

Lebih lanjut, Presiden menanggapi isu mengenai pihak-pihak yang mengancam akan meninggalkan Indonesia karena merasa tidak percaya lagi pada potensi dalam negeri.

Dengan sikap percaya diri yang tinggi, Prabowo mempersilakan siapa pun yang ingin pergi untuk segera melaksanakannya.

"Kalau ada yang merasa Indonesia tidak punya masa depan dan mau kabur, ya silakan, kabur saja! Kita tidak butuh orang-orang yang hanya bisa pesimis. Kita butuh pejuang yang mau berkeringat untuk bangsa ini," tegasnya.

Bagi Prabowo, langkah nyata melawan narasi negatif adalah dengan pembuktian melalui proyek strategis.

Peresmian 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk berhenti mengekspor bahan mentah dan mulai memproduksi barang bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Proyek hilirisasi ini mencakup berbagai sektor sumber daya alam yang diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memperkuat devisa negara.

Menurut Presiden, hilirisasi adalah kunci agar Indonesia tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga komoditas global dan bisa menjadi pemain utama dalam ekonomi dunia.

Momentum di Cilacap ini sekaligus menjadi penegasan bahwa arah pembangunan nasional berada pada jalur yang benar.

Baca Juga: Duka Mendalam: Otoritas Rilis Identitas 15 Korban Tewas Tragedi Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Pemerintah berharap hilirisasi tidak hanya berhenti pada angka-angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang melemahkan mentalitas bangsa.

Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan keberanian untuk berdikari, masa depan Indonesia justru akan menjadi sangat terang bagi mereka yang mau berjuang. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#hilirisasi Cilacap #optimisme nasional #Presiden Prabowo #Indonesia Gelap #pertumbuhan ekonomi