RADAR KUDUS – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah.
Seorang korban yang sebelumnya dirawat akhirnya meninggal dunia, sehingga total korban jiwa kini menjadi 16 orang.
Korban terakhir tersebut mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi pada Rabu (29/4).
Sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat 15 orang, namun kini bertambah satu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, total korban dalam insiden tersebut mencapai 106 orang.
Dari jumlah itu, 90 orang mengalami luka-luka, sedangkan 16 orang dinyatakan meninggal dunia.
Ia berharap tidak ada lagi penambahan korban dalam peristiwa tragis tersebut.
Saat ini, sebagian korban luka telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan intensif.
Dari 90 korban luka, sebanyak 46 orang sudah kembali ke rumah, sementara lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang menimbulkan banyak korban itu.
Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian.
Berdasarkan temuan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh sebuah taksi listrik yang mengalami gangguan hingga berhenti di perlintasan sebidang di kawasan Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Kondisi tersebut diduga menghambat perjalanan KRL hingga akhirnya tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.
Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perjalanan kereta api.
Pemeriksaan saksi, barang bukti, serta olah tempat kejadian perkara masih berlangsung.
Selain itu, polisi berencana memeriksa sopir taksi online serta masinis kereta guna memastikan kronologi kejadian secara utuh dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.52 WIB.
KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak KRL lintas Cikarang yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.
Benturan keras menyebabkan lokomotif menghantam hingga ke gerbong khusus perempuan sehingga menimbulkan banyak korban.