RADAR KUDUS – Dua hari pasca tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), operasional perjalanan kereta api masih belum kembali normal.
Di wilayah KAI Daop 8 Surabaya, lima perjalanan kereta yang dijadwalkan berangkat Rabu pagi (29/4) kembali dibatalkan.
Berdasarkan data yang diterima hingga pukul 08.30 WIB, perjalanan yang terdampak meliputi KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen, serta KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen.
Selain itu, KA Arjuno Ekspres rute Surabaya Gubeng–Malang dan Malang–Surabaya Gubeng juga turut dibatalkan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan tersebut.
Ia menegaskan keputusan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan sebagai prioritas utama, meskipun pihaknya memahami dampak besar terhadap rencana perjalanan penumpang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memastikan seluruh hak pelanggan tetap terpenuhi melalui kebijakan pengembalian dana tiket 100 persen di luar biaya pemesanan.
Proses pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun loket stasiun. Penumpang juga diberi opsi untuk menjadwalkan ulang perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
KAI Daop 8 Surabaya akan terus memperbarui informasi operasional secara berkala.
Pelanggan dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau kanal resmi KAI lainnya.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ketika sebuah taksi listrik tertabrak KRL di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal, sehingga rangkaian KRL berhenti di jalur.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan tabrakan pun tak terhindarkan.
Dari laporan terbaru pada Selasa (28/4), jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang yang merupakan penumpang KRL tujuan Cikarang, sementara 88 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Editor : Ali Mustofa