RADAR KUDUS — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghimbau jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 untuk disiplin dalam menjaga kesehatan mereka mulai dari tanah air hingga berada di Arab Saudi.
Peringatan ini disampaikan kembali karena masih banyak jemaah yang memerlukan perawatan kesehatan selama musim haji, baik secara rawat jalan maupun dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan haji Indonesia.
Hingga musim haji 2026, Kemenhaj mencatat sekitar 1.373 jemaah telah mendapatkan perawatan rawat jalan, sementara puluhan lainnya harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia.
Kemenhaj mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang mengharuskan jemaah untuk mampu berdiri, berjalan jauh, dan berbagi rangkaian rukun haji di bawah sinar matahari yang terik.
Baca Juga: 15.349 Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan, Pemerintah Imbau Jaga Kesehatan di Cuaca Panas
Oleh karena itu, jemaah disarankan untuk menjaga kesehatan mereka sejak tiga bulan sebelum keberangkatan, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, mengelola penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, serta ikut serta dalam manasik kesehatan yang diadakan oleh pemerintah.
Jemaah juga didorong untuk memenuhi syarat istitha’ah kesehatan, yang berarti memiliki kemampuan fisik dan mental yang memadai untuk melaksanakan ibadah haji tanpa membahayakan diri sendiri ataupun jemaah lainnya.
Pemerintah Indonesia bersama dengan pihak berwenang di Arab Saudi semakin ketat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan acak di bandara, hotel, dan area Masyair, sehingga jemaah yang tidak memenuhi standar kesehatan berisiko untuk langsung dipulangkan.
Untuk tetap sehat selama berada di Tanah Suci, Kemenhaj menganjurkan jemaah agar cukup beristirahat, mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi, serta minum air secara teratur agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Jemaah juga disarankan untuk menghindari aktivitas yang berlebihan di luar jadwal ibadah, menggunakan payung atau penutup kepala saat berada di luar ruangan, dan segera melaporkan ke petugas kesehatan jika merasakan pusing, lemas, sesak napas, atau keluhan lain yang tidak biasa.
Petugas kesehatan haji Indonesia juga ditempatkan di berbagai kloter sehingga jemaah dapat dengan mudah mendapat pelayanan kesehatan yang cepat jika menghadapi masalah.
Baca Juga: Dampak Global CPO: Harga Minyak Goreng di Indonesia Melonjak
Dengan cuaca panas di Tanah Suci yang masih menjadi ancaman utama, Kemenhaj menekankan bahwa kunci keberhasilan dalam ibadah haji adalah disiplin jemaah dalam menjaga kesehatan diri.
Jemaah diimbau untuk tidak menunda melapor kepada petugas jika merasa tidak sehat, karena deteksi dini dan penanganan yang cepat dapat menghindarkan dari komplikasi serius dan memungkinkan jemaah untuk melanjutkan ibadah haji dengan optimal. (*)
Editor : Anita Fitriani