Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi di Jalur Bekasi Timur: Tabrakan Beruntun Melibatkan Taksi, KRL, dan KA Argo Bromo, Empat Orang Dilaporkan Tewas

Ghina Nailal Husna • Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB
Ilustrasi korban kecelakaan
Ilustrasi korban kecelakaan

 

RADAR KUDUS – Suasana mencekam menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menyusul insiden kecelakaan maut yang melibatkan rangkaian KRL Commuter Line Cikarang Line dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek. Peristiwa memilukan ini mengakibatkan kerusakan parah pada rangkaian kereta dan menelan korban jiwa.

Insiden bermula ketika sebuah taksi dilaporkan mengalami gangguan dan menemper KRL di perlintasan sebidang JPL kawasan Bulak Kapal.

 Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kontak awal dengan taksi tersebut menyebabkan KRL terhenti mendadak di posisi yang tidak seharusnya.

Baca Juga: Insiden Bekasi Timur: Dirut KAI Sebut "Temperan" Taksi Menjadi Pemicu Gangguan Operasiona

Nahas, saat KRL tersebut berhenti dalam posisi darurat, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama tidak sempat melakukan pengereman maksimal sehingga menghantam bagian belakang KRL dengan kekuatan besar.

"KRL terhenti karena ada taksi yang menemper di JPL dekat Bulak Kapal. Saat posisi KRL berhenti itulah, KA Argo Bromo menabrak dari belakang," jelas Franoto.

Dampak benturan paling fatal terjadi di gerbong terakhir (gerbong 10), yang merupakan gerbong khusus wanita.

Kondisi gerbong tersebut dilaporkan ringsek hingga terbelah, menyebabkan sejumlah penumpang terjepit di antara material logam yang hancur. 

Isak tangis dan teriakan histeris penumpang pecah di tengah kegelapan malam saat proses evakuasi berlangsung.

Mengingat sulitnya medan dan kondisi material kereta yang hancur, personel elit Basarnas Special Group (BSG) diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan penyelamatan teknis menggunakan alat pemotong logam guna mengeluarkan korban yang masih terjebak.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kamar jenazah RSUD Kota Bekasi, Heri, mengonfirmasi bahwa setidaknya empat orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini.

 "Empat orang meninggal dunia telah dievakuasi ke sini," ujarnya singkat di tengah hilir mudik ambulans yang membawa korban luka-luka.

Baca Juga: Klarifikasi Taksi Listrik Green SM Soal Insiden Bekasi Timur Menuai Kecaman: Dinilai Kaku dan Minim Empati

Suasana haru menyelimuti RSUD Bekasi seiring dengan kedatangan keluarga korban yang mencari kepastian informasi.

Tim medis saat ini masih bekerja ekstra keras menangani puluhan korban luka lainnya yang terus berdatangan. 

Pihak PT KAI dan otoritas terkait tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengevaluasi prosedur keselamatan di perlintasan tersebut agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #KRL Commuter Line #Korban Jiwa Kereta Api #Basarnas Special Group. #KA Argo Bromo Anggrek