RADAR KUDUS - Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini menjadi angin segar bagi para pencari kerja di tanah air. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan secara resmi membuka rekrutmen besar-besaran dengan kuota mencapai 30.000 hingga 35.000 posisi manajer koperasi yang akan tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa rekrutmen ini terbuka bagi lulusan Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), hingga Sarjana (S1) dari berbagai jurusan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan melalui pengelolaan yang profesional.
Baca Juga: Segini Nominal Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Jika Anda Diterima
Proyeksi Gaji Manajer Kopdes Merah Putih
Meski nominal resmi belum dirilis secara mendetail oleh pemerintah, Zulkifli Hasan memberikan sinyal bahwa besaran upah akan diklasifikasikan berdasarkan jenjang pendidikan pelamar. Sebagai referensi bagi para pelamar, berikut adalah gambaran estimasi penghasilan berdasarkan data operasional pendamping koperasi:
-
Tingkat Kabupaten/Kota: Proyeksi gaji dapat menyentuh angka Rp7 juta per bulan.
-
Tingkat Regional/Pusat: Estimasi penghasilan berada di rentang Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, menyesuaikan skala usaha koperasi.
-
Pengurus Harian Tingkat Desa: Honorarium diperkirakan berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan.
Selain gaji pokok, para manajer memiliki peluang mendapatkan penghasilan tambahan melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Hal ini dikarenakan Kopdes Merah Putih akan mengelola lini bisnis produktif seperti apotek desa, distribusi sembako, hingga logistik pangan.
Baca Juga: Kuota Terbatas, Lowongan Kerja Koperasi Merah Putih Sampai 24 April 2026
Misi Penguatan Ekonomi Desa
Program ini dirancang untuk mengubah koperasi desa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mandiri. Kehadiran ribuan manajer profesional diharapkan mampu mewujudkan beberapa target strategis:
-
Transformasi Manajemen: Mengubah pengelolaan koperasi konvensional menjadi lebih profesional dan akuntabel.
-
Diversifikasi Usaha: Mengelola unit usaha lintas sektor, mulai dari perdagangan hasil tani hingga layanan kesehatan desa.
-
Pertumbuhan Ekonomi Baru: Menjadikan koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.
Pemerintah menghimbau kepada seluruh calon pelamar untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal kementerian terkait atau sistem seleksi daring pemerintah guna menghindari informasi palsu. Proses rekrutmen dipastikan berjalan secara transparan untuk menjaring SDM terbaik bagi kemajuan desa di seluruh Indonesia.
Editor : Zakaria