RADAR KUDUS – Isu mengenai pengadaan motor listrik yang akan digunakan dalam operasional program Satuan Pelayanan Gizi (SPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi perbincangan hangat.
Hal ini dipicu oleh temuan netizen terkait adanya motor listrik dengan desain serupa merek Emmo yang dijual di platform e-commerce global, Alibaba, dengan harga hanya kisaran Rp10 juta.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi tegas.
Ia menyatakan bahwa narasi yang membandingkan harga motor operasional BGN dengan harga murah di platform luar negeri tersebut tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik.
Dadan menjelaskan bahwa terdapat kekeliruan dalam memahami identitas produk tersebut di pasar internasional.
Meskipun secara visual terlihat serupa dengan produk yang ada di Indonesia, terdapat perbedaan mendasar pada branding dan distribusi regional.
Di Indonesia, motor tersebut memang dikenal dengan merek Emmo. Namun, untuk pasar internasional seperti China, Eropa, dan Amerika Serikat, produk serupa menggunakan merek Tinbot.
Perbedaan identitas merek ini diikuti dengan standar kualitas dan spesifikasi yang berbeda sesuai dengan regulasi masing-masing wilayah, sehingga perbandingan harga secara mentah (apple-to-apple) dianggap tidak relevan.
Terkait adanya listing di Alibaba yang menawarkan unit lengkap dengan harga Rp10 juta, Dadan secara terbuka meragukan validitas penjual tersebut.
Ia mengistilahkan penjual tersebut sebagai "akun bodong" atau akun tidak valid karena angka yang ditawarkan sangat tidak masuk akal jika ditinjau dari sisi biaya produksi.
"Secara logika industri, harga baterainya saja sudah menyentuh angka sekitar Rp7 juta.
Itu baru baterai, belum termasuk komponen mahal lainnya seperti dinamo, controller, rangka, ban, hingga perlengkapan tambahan lainnya.
Sangat mustahil mendapatkan unit baru dengan spesifikasi layak hanya dengan Rp10 juta," tegas Dadan.
Kepala BGN menekankan bahwa pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung program gizi nasional dilakukan melalui jalur resmi dengan standar spesifikasi yang ketat guna memastikan daya tahan kendaraan di lapangan.
Hal ini penting mengingat motor listrik tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan makanan bergizi ke berbagai pelosok daerah.
Pernyataan ini sekaligus menutup spekulasi mengenai adanya kemahalan harga dalam pengadaan internal BGN.
Pihak lembaga berkomitmen untuk terus transparan dan memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan untuk mendapatkan alat kerja yang memiliki jaminan purnajual dan standar keamanan yang tinggi di Indonesia. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna