RADAR KUDUS - Sebuah temuan ilmiah terbaru mengungkap adanya ancaman geologi besar di bawah perairan Sulawesi. Peneliti menemukan patahan raksasa yang membelah kerak bumi di dasar laut, yang diprediksi mampu memicu tsunami dahsyat di masa depan.
Penemuan ini dipimpin oleh Tang Tingwei dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Science. Melalui analisis sinyal sensor canggih, tim peneliti berhasil memetakan Patahan Palu-Koro yang ternyata memanjang hingga ke dasar laut dan menjadi bagian dari sistem tektonik yang jauh lebih masif.
Baca Juga: 93 Gempa Susulan Guncang Sulut–Malut, BMKG Ingatkan Risiko Belum Usai
Penyambung Sesar Benua dan Laut
Data penelitian menunjukkan adanya anomali pada ketebalan kerak bumi di wilayah tersebut. Di bawah Laut Sulawesi, kerak bumi hanya setebal 8 kilometer, jauh lebih tipis dibandingkan area sekitarnya yang mencapai 26 hingga 30 kilometer.
Kondisi ini membuat Patahan Palu-Koro berperan sebagai "penyambung" antara beberapa sistem sesar yang berbeda.
-
Sisi pertama: Berupa dasar laut yang tipis.
-
Sisi kedua: Berupa kerak benua yang tebal.
Perbedaan ketebalan ini menjadi poin krusial karena tekanan tektonik biasanya terakumulasi di area gesekan antara dua jenis kerak yang berbeda. Hal inilah yang berpotensi memicu guncangan hebat yang berdampak langsung pada kolom air laut.
Menjawab Misteri Tsunami Palu 2018
Temuan ini sekaligus memberikan jawaban ilmiah atas fenomena janggal pada gempa Palu, 28 September 2018 silam. Kala itu, pesisir barat Sulawesi dihantam tsunami setinggi hampir 11 meter, sebuah angka yang di luar prediksi para ahli.
Baca Juga: Gempa M7,6 Guncang Sulut–Malut, Prabowo Instruksikan BNPB Bergerak Cepat
Secara teoritis, patahan yang bergerak ke samping (geser) seharusnya tidak mengangkat volume air yang besar. Namun, penemuan patahan dalam ini menjelaskan bahwa dasar laut mengalami proses "pembengkokan" dan penurunan yang sangat dalam saat gempa terjadi.
"Patahan yang lebih dalam membuat dasar laut turun secara signifikan, yang kemudian mendorong massa air dalam skala besar," tulis laporan tersebut.
Ancaman Gempa 'Supershear'
Selain struktur patahan, kecepatan pergeseran bumi di wilayah ini juga menjadi sorotan. Peristiwa Palu dikategorikan sebagai gempa supershear, di mana patahan runtuh dengan kecepatan sangat tinggi melampaui kecepatan gelombang seismik itu sendiri.
Kecepatan ekstrem ini menyebabkan kerusakan yang jauh lebih luas, tidak hanya menghancurkan area daratan tetapi juga mengaktifkan sistem patahan di Laut Sulawesi. Dengan adanya koneksi antara sistem darat dan laut ini, setiap gempa besar di daratan Sulawesi kini diwaspadai dapat memicu pergerakan dasar laut yang berujung pada tsunami. (*)
Editor : Zakaria