Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terganggu Dentuman Sound Horeg, Wisatawan Asal Rusia Terlibat Keributan dan Diduga Aniaya Warga di Banyuwangi

Ghina Nailal Husna • Senin, 6 April 2026 | 11:59 WIB
Ilustrasi sound horeg
Ilustrasi sound horeg

 

RADAR KUDUS – Suasana perayaan Lebaran di Kabupaten Banyuwangi yang seharusnya penuh sukacita mendadak berubah mencekam.

Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia dengan warga lokal terjadi di tengah pemukiman padat penduduk.

Pemicunya diduga kuat adalah polusi suara yang dihasilkan oleh sistem pengeras suara raksasa atau yang populer dikenal sebagai "Sound Horeg".

Baca Juga: Diplomasi di Ujung Tanduk: AS dan Iran Negosiasikan Gencatan Senjata Dua Fase di Tengah Ancaman "Power Plant Day"

Keributan ini menjadi viral dan memicu perdebatan luas di masyarakat mengenai batas toleransi kebisingan acara hiburan di lingkungan sosial.

Insiden bermula ketika sebuah acara lingkungan yang menggunakan perangkat sound system berukuran besar memutar musik dengan volume sangat tinggi. 

Suara dentuman bass yang menggetarkan kaca rumah warga tersebut rupanya membuat seorang turis asal Rusia yang tinggal di sekitar lokasi merasa sangat terganggu.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, WNA tersebut mendatangi lokasi acara dengan maksud untuk memprotes kebisingan yang dianggap melampaui batas kewajaran.

Namun, upaya komunikasi tersebut tidak berjalan mulus. Perbedaan bahasa dan tingginya tensi di lapangan memicu adu mulut yang hebat antara sang bule dengan salah satu warga setempat.

Situasi yang semula hanya berupa cekcok verbal dengan cepat memanas. Diduga karena emosi yang sudah memuncak, WNA tersebut melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap warga. Aksi ini sontak memicu kepanikan dan kemarahan warga lain yang berada di lokasi kejadian.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, warga yang berada di tempat kejadian berupaya melerai kedua belah pihak agar konflik tidak meluas menjadi kerusuhan massa.

Beruntung, tindakan cepat warga berhasil mengamankan situasi sebelum jatuh korban yang lebih serius atau terjadinya aksi main hakim sendiri terhadap warga asing tersebut.

Pihak kepolisian setempat segera turun tangan untuk mengamankan lokasi dan meminta keterangan dari para saksi.

Saat ini, kasus dugaan penganiayaan tersebut tengah dalam penanganan serius oleh pihak berwenang untuk mengungkap kronologi lengkap dan penyebab pasti terjadinya kekerasan.

Peristiwa ini kembali mengangkat isu mengenai fenomena Sound Horeg yang sering kali menuai pro dan kontra di Jawa Timur. 

Baca Juga: Melampaui Simulasi: World Model Tesla Kini Mampu "Menciptakan" Fisika dan Mengungguli Manusia 7 Kali Lipat

Di satu sisi, penggunaan pengeras suara ekstrem ini dianggap sebagai bagian dari kemeriahan tradisi atau hiburan rakyat. 

Namun di sisi lain, dampaknya terhadap kenyamanan, kesehatan pendengaran, hingga potensi memicu konflik sosial seperti yang terjadi di Banyuwangi ini menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap status izin tinggal WNA tersebut dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku di Indonesia. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#WNA Rusia #konflik sosial #Sound Horeg #penganiayaan #banyuwangi