Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, Pemerintah Jamin Pasokan Aman di Tengah Ancaman El Nino

Anita Fitriani • Minggu, 5 April 2026 | 22:13 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

RADAR KUDUS — Cadangan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 4,4 hingga 5 juta ton untuk menghadapi dampak El Nino yang diprediksi mulai berpengaruh pada Mei 2026 di beberapa daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketersediaan pangan selama musim kemarau yang berkepanjangan, serta untuk mengurangi risiko kenaikan harga beras akibat gangguan produksi yang disebabkan oleh kekeringan.

Menurut data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 2 April 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) berada di angka 4,4 juta ton, dengan target untuk meningkat menjadi 5 juta ton pada bulan April 2026.

Volume tersebut dianggap setara dengan sekitar 169 persen dari kebutuhan beras nasional setiap bulan, sehingga pemerintah menganggap stok beras sangat aman menghadapi kemungkinan gangguan pasokan.

Baca Juga: Stok Beras RI Tembus 4,5 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Stok ini dikelola oleh Perum Bulog dan lembaga logistik pangan lainnya, dengan koordinasi rutin antara Bapanas dan Kementerian Pertanian.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi adanya El Nino yang sangat kuat, yang sering disebut sebagai “Godzilla El Nino”, bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang dapat memperpanjang musim kemarau dan menyebabkan kekeringan di beberapa pusat pertanian.

Sebagai respons, pemerintah tidak hanya memperkuat stok beras, tetapi juga komoditas lain seperti jagung pakan, minyak goreng, gula, serta daging kerbau dan sapi sebagai bagian dari cadangan pangan strategis.

Kementerian Pertanian juga mendorong program untuk mitigasi iklim, seperti peningkatan irigasi teknis dan penanaman varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan, agar produksi tetap berlangsung meskipun terjadi El Nino.

Baca Juga: Kemenhaj-KJRI Jeddah Imbau WNI Hindari Keberangkatan Haji Ilegal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dalam sejarah, dengan cadangan yang mencukupi untuk kebutuhan hingga sekitar sepuluh bulan ke depan.

Data dari Bapanas juga menunjukkan bahwa program intervensi pangan seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras telah mencapai puluhan ribu ton, sementara bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng telah disalurkan hingga puluhan juta kilogram untuk membantu masyarakat. 

Di tengah ancaman kenaikan harga beras akibat dari El Nino “Godzilla”, tindakan pemerintah untuk memperkuat cadangan sebesar 4,4 hingga 5 juta ton ini diharapkan dapat menahan ketidakstabilan pasar dan mencegah spekulasi penimbunan.

Asosiasi dan pengamat ekonomi juga menilai bahwa dengan cadangan yang mencukupi dan mekanisme distribusi yang terarah, Indonesia relatif lebih siap dibandingkan dengan periode El Nino sebelumnya, selama distribusi dan pengendalian harga dilakukan secara transparan.

Adanya cadangan strategis, dukungan infrastruktur pertanian, dan kebijakan stabilisasi harga, pemerintah berkomitmen agar masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga terjangkau meskipun menghadapi tekanan dari iklim ekstrem akibat El Nino. (*)

Editor : Anita Fitriani
#bahan pangan #beras #stok beras #el nino #stok pangan