Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BMKG Ungkap Gempa Maluku Utara Termasuk Megathrust, Potensi Susulan Masih Ada

Ali Mustofa • Kamis, 2 April 2026 | 11:18 WIB
Gempa Sulut (Istimewa)
Gempa Sulut (Istimewa)

RADAR KUDUS – Aktivitas seismik masih berlanjut di wilayah Maluku Utara setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 mengguncang perairan sekitar Pulau Batang Dua, Ternate, pada Kamis (2/4).

Mengutip laporan Manado Post (Jawa Pos Group) berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan pertama tercatat terjadi pukul 10.17.50 WIB dengan magnitudo 5,6.

Episentrum berada di koordinat 1,32 Lintang Utara dan 126,47 Bujur Timur, sekitar 114 kilometer barat laut Jailolo, pada kedalaman 18 kilometer.

Enam menit kemudian, gempa susulan kembali mengguncang pada pukul 10.23.51 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,8.

Lokasinya berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,58 Bujur Timur, sekitar 100 kilometer barat laut Jailolo dengan kedalaman lebih dangkal, yakni 10 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa rangkaian gempa tersebut merupakan aktivitas lanjutan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 yang sebelumnya sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

BMKG juga menyatakan gempa utama bermagnitudo 7,6 yang terjadi di perairan dekat Bitung, Sulawesi Utara, termasuk dalam kategori gempa megathrust.

Rahmat menjelaskan bahwa kedalaman gempa yang relatif dangkal, sekitar 33 kilometer, masih sesuai dengan karakteristik gempa megathrust.

Ia menambahkan, gempa terjadi di wilayah laut yang berkaitan erat dengan aktivitas subduksi lempeng di kawasan Laut Maluku yang menekan wilayah Sulawesi Utara.

Pusat gempa berada di area yang dikenal sebagai “bumbungan Melayu”, bagian dari struktur tektonik aktif di kawasan tersebut.

Pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan di area ini berpotensi menimbulkan guncangan kuat hingga tsunami, terutama bagi wilayah pesisir yang berada dekat dengan sumber gempa.

Karena itu, masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara diminta tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengakses informasi hanya melalui kanal resmi BMKG.

Editor : Ali Mustofa
#magnitudo #maluku utara #bmkg #tsunami