RADAR KUDUS - Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM), baik yang bersubsidi maupun tidak, tidak akan mengalami kenaikan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM, baik untuk jenis yang bersubsidi maupun non-subsidi, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan di beberapa SPBU.
Pihak Pertamina melalui Wakil Presiden Komunikasi Korporat, Muhammad Baron, juga menyatakan bahwa sampai akhir Maret 2026, perusahaan belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai kenaikan harga BBM, termasuk energi seperti Pertamax dan varian non-subsidi lainnya untuk periode 1 April 2026.
Pernyataan ini dibuat untuk mengklarifikasi berbagai prediksi dan spekulasi yang beredar di media sosial seputar kenaikan harga BBM subsidi ke tingkat yang tidak wajar, yang dinyatakan oleh pemerintah sebagai informasi yang salah dan dapat memicu kepanikan di masyarakat.
Meski demikian, sebelumnya Pertamina telah melakukan penyesuaian terhadap harga BBM non-subsidi pada awal Maret 2026, antara lain untuk Pertamax 92, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex, seiring dengan tekanan peningkatan harga minyak mentah global.
Namun, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah dan Dirjen Migas Kementerian ESDM menjamin bahwa harga tetap stabil dan tidak akan meningkat, baik sebelum maupun setelah 31 Maret 2026.
Baca Juga: Gedung DPR Gelap Mulai Pukul 18.00, Efisiensi Energi Diterapkan Ketat
Keputusan untuk menjaga harga BBM bersubsidi di tengah fluktuasi harga minyak dunia mencerminkan komitmen pemerintah dan Pertamina dalam melindungi daya beli rakyat serta memastikan stabilitas di sektor transportasi dan logistik.
Pihak berwenang juga memastikan bahwa pasokan BBM secara keseluruhan masih aman, dengan pengiriman minyak mentah dari berbagai sumber alternatif yang terus berlangsung, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menimbun atau mengisi bahan bakar secara berlebihan.
Dengan demikian, dalam waktu dekat, diperkirakan harga BBM bersubsidi akan tetap stabil, sementara kenaikan harga hanya akan terjadi pada BBM non-subsidi yang ditetapkan berdasarkan mekanisme ekonomi dan kondisi pasar global. (*)
Editor : Anita Fitriani