Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Strategi Pengurai Kemacetan: Pemerintah dan Jasa Marga Tawarkan Diskon Tarif Tol 30% Jelang Puncak Arus Balik 2026

Ghina Nailal Husna • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi tol
Ilustrasi tol

 

RADAR KUDUS – Pemerintah pusat bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan pemberian insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30% yang berlaku pada 26-27 Maret 2026.

Kebijakan strategis ini diambil sebagai langkah proaktif untuk memecah konsentrasi kendaraan yang diprediksi akan memuncak pada akhir pekan ini.

Kepastian ini disampaikan menyusul peninjauan langsung yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jakarta, Rabu (25/03).

Baca Juga: Eskalasi di Teluk: Iran Ancam Tutup Jalur Laut Merah Jika AS Lakukan Invasi Darat

Kunjungan para petinggi negara ke pusat kendali JMTC bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pemantauan siap menghadapi arus balik Idulfitri 1447 H.

Melalui sistem terintegrasi, pemerintah dapat memantau pergerakan jutaan kendaraan secara real-time, yang menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Dalam paparan operasionalnya, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa manajemen lalu lintas tahun ini sangat bergantung pada indikator data volume kendaraan.

1. Rekayasa Lalu Lintas: Skema contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional berdasarkan ambang batas kepadatan yang terbaca di sistem JMTC.

2. Jalur Fungsional: Pemanfaatan jalur tol fungsional di beberapa titik krusial tetap disiagakan untuk menambah kapasitas jalan.

3. Optimalisasi Rest Area: Pengaturan alur masuk dan keluar rest area diperketat guna menghindari antrean yang mengular hingga ke badan jalan tol.

Pemerintah sangat menyarankan pemudik untuk melakukan perjalanan balik pada tanggal 26 atau 27 Maret.

Selain keuntungan finansial berupa potongan tarif tol 30%, perjalanan lebih awal dinilai jauh lebih nyaman dan aman dibandingkan harus terjebak dalam puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026.

"Kami ingin masyarakat merencanakan perjalanannya dengan cerdas. Diskon ini bukan sekadar potongan harga, melainkan instrumen untuk mendistribusikan beban lalu lintas agar tidak menumpuk di satu waktu," ujar Menko PMK Pratikno dalam konferensi pers di JMTC.

Jasa Marga juga mendorong pemudik untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Travoy. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memantau CCTV jalan tol secara langsung, mengecek tarif tol, hingga mengetahui ketersediaan parkir di rest area terdekat.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas penurunan angka kecelakaan selama periode mudik tahun ini. Namun, beliau tetap memberikan peringatan keras terkait keselamatan:

Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Satlantas Grobogan Turun Langsung Sosialisasi di Perlintasan KA Toroh

1. Jangan Memaksakan Diri: Pengendara diimbau beristirahat jika merasa lelah dan tidak berhenti di bahu jalan.

2. Kepatuhan Petugas: Seluruh rekayasa lalu lintas dilakukan demi keselamatan bersama; masyarakat diminta kooperatif mengikuti arahan personel di lapangan.

3. Kondisi Kendaraan: Pastikan saldo e-toll mencukupi dan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki jalan tol.

Dengan sinergi yang kuat antara Kemenko PMK, Polri, Kemenhub, dan Jasa Marga, pemerintah optimis arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan prinsip Lancar, Aman, dan Berkeselamatan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#kapolri Listyo Sigit Prabowo #arus balik lebaran 2026 #Jasa Marga #Kelancaran Lalu Lintas #Diskon Tarif Tol 30% #Jasamarga Tollroad Command Center #Aplikasi Travoy #Menko PMK Pratikno #JMTC #jadwal diskon tol #rest area tol #manajemen mudik 2026 #contraflow #Idulfitri 1447 H #volume kendaraan #one way #menteri perhubungan #keselamatan berkendara #Rekayasa lalu lintas #puncak arus balik