Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Idulfitri 1447 H Mundur Sehari, Ini Penjelasan Ilmiah Hisab dan Rukyat

Mahendra Aditya Restiawan • 2026-03-19 19:59:21
MEMANTAU: Tim Falak Ma
MEMANTAU: Tim Falak Ma'had Aly Tasywiqut Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus saat melaksanakan pantauan hilal, Minggu (10/3) sore.

RADAR KUDUS - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Penetapan ini sekaligus menegaskan bahwa bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal), karena hilal belum memenuhi syarat visibilitas yang ditetapkan secara regional.


Hisab dan Rukyat: Dua Metode yang Saling Melengkapi

Dalam menentukan awal bulan Syawal, pemerintah menggunakan kombinasi dua pendekatan utama, yakni hisab dan rukyat.

Hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan dan matahari. Data ini menjadi dasar awal sebelum diverifikasi melalui rukyat, yaitu pengamatan langsung hilal di berbagai titik di Indonesia.

Sidang isbat melibatkan banyak pihak, mulai dari pakar astronomi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta organisasi masyarakat Islam.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keputusan memiliki dasar ilmiah sekaligus legitimasi keagamaan yang kuat.


Data Hilal: Sudah di Atas Ufuk, Tapi Belum Memenuhi Syarat

Secara astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 memang sudah berada di atas ufuk.

Namun, ketinggian dan elongasi belum sepenuhnya memenuhi standar visibilitas.

Kriteria yang digunakan pemerintah merujuk pada kesepakatan MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat.

Sementara itu, data menunjukkan ketinggian hilal di Indonesia berkisar sekitar 0,5 hingga 3 derajat, dengan elongasi yang sebagian belum mencapai batas minimal.

 Kondisi ini membuat hilal sulit atau tidak mungkin terlihat secara kasat mata.

Karena tidak ada laporan rukyat yang valid, maka keputusan diambil untuk menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari.


Mengapa Lebaran Bisa Berbeda?

Perbedaan penentuan Idulfitri di Indonesia bukan hal baru. Hal ini disebabkan perbedaan metode yang digunakan oleh masing-masing pihak.

Sebagian organisasi seperti Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni dengan kriteria wujudul hilal, sehingga menetapkan Lebaran lebih awal, yakni Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat dengan standar visibilitas tertentu. Perbedaan pendekatan ini menjadi faktor utama adanya potensi perbedaan hari raya.


Implikasi Keputusan: Dari Ibadah hingga Mobilitas Nasional

Penetapan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026 tidak hanya berdampak pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga pada berbagai sektor lain.

Kepastian tanggal ini memengaruhi arus mudik, jadwal cuti bersama, hingga aktivitas ekonomi nasional. Bahkan, tahun 2026 disebut sebagai periode “libur panjang” karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Bagi masyarakat, keputusan ini memberi kejelasan dalam merencanakan perjalanan dan persiapan Hari Raya.

Hasil sidang isbat 2026 menunjukkan bahwa penentuan Idulfitri di Indonesia dilakukan secara hati-hati dan berbasis data.

Meskipun hilal sudah berada di atas ufuk, namun belum memenuhi standar visibilitas, sehingga Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.

Dengan demikian, Idulfitri 1447 H resmi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026—sebuah keputusan yang menggabungkan pendekatan ilmiah, observasi lapangan, dan kesepakatan regional.

Editor : Mahendra Aditya
#sidang isbat 2026 #hilal tidak terlihat #1 syawal 1447 h #hasil rukyatul hilal #jadwal lebaran 2026 #awal syawal 2026 #hasil sidang isbat lebaran #lebaran 2026 tanggal berapa #idul fitri 2026 indonesia #keputusan kemenag lebaran #hilal 2026 indonesia #kriteria mabims hilal #hisab dan rukyat adalah #kenapa lebaran berbeda #sidang isbat hari ini #kapan lebaran indonesia #keputusan pemerintah lebaran #rukyat hilal indonesia #tinggi hilal 2026 #elongasi hilal adalah #perbedaan muhammadiyah dan pemerintah #lebaran sabtu 21 maret 2026 #penentuan awal bulan hijriah #info lebaran terbaru. #penetapan Idul Fitri