Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pertegas Posisi di Timur Tengah, China Salurkan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Serangan Sekolah di Iran

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:02 WIB

Ilustrasi donasi kemanusiaan
Ilustrasi donasi kemanusiaan

RADAR KUDUS — Pemerintah China secara resmi mengumumkan pemberian bantuan kemanusiaan darurat sebesar US$200.000 (sekitar Rp3,1 miliar) yang ditujukan khusus bagi keluarga dan orang tua siswi yang menjadi korban serangan rudal di sebuah sekolah di wilayah selatan Iran.

Langkah diplomatik ini diambil Beijing sebagai respons atas insiden mematikan yang terjadi pada hari pertama pecahnya eskalasi konflik besar di Timur Tengah.

Sumbangan ini disalurkan melalui Palang Merah China kepada Bulan Sabit Merah Iran.

Selain sebagai bantuan finansial, dana tersebut dimaksudkan sebagai "ungkapan duka mendalam dan kompensasi" bagi para orang tua yang kehilangan anak-anak mereka dalam tragedi yang mengguncang dunia internasional tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada 13 Maret, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengecam keras serangan yang menyasar fasilitas pendidikan tersebut.

Ia menyebut insiden itu sebagai tindakan "membabi buta" yang melanggar norma-norma global secara fatal.

"Menargetkan sekolah dan menyebabkan kematian anak-anak adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

China berdiri bersama para korban dan menuntut akuntabilitas atas hilangnya nyawa warga sipil yang tidak berdosa," tegas Guo Jiakun di hadapan awak media di Beijing.

Pemerintah Teheran sejak awal menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan di wilayah selatan Iran tersebut.

Media lokal Iran melaporkan bahwa prosesi pemakaman massal telah digelar bagi sedikitnya 165 korban jiwa, yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan siswi sekolah.

Hingga saat ini, angka pasti korban jiwa masih terus dikaji dan belum dapat diverifikasi sepenuhnya secara independen oleh lembaga internasional.

Di sisi lain, investigasi internal militer Amerika Serikat masih berlangsung. Sebuah laporan dari The New York Times memberikan analisis teknis yang menyebutkan kemungkinan adanya kesalahan penargetan melibatkan rudal Tomahawk milik AS.

Meski demikian, pihak Israel secara tegas membantah segala bentuk keterlibatan dalam insiden spesifik di sekolah tersebut.

Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan yang menyiratkan bahwa Iran mungkin bertanggung jawab atas "provokasi" yang berujung pada kekacauan tersebut.

Namun, dalam perkembangan terbaru, Gedung Putih menyatakan akan bersikap terbuka dan menerima hasil investigasi resmi apa pun yang nantinya terungkap ke publik.

Langkah China memberikan donasi ini dipandang oleh para pengamat geopolitik sebagai upaya Beijing untuk memperkuat pengaruhnya sebagai mediator kemanusiaan sekaligus pengkritik kebijakan militer Barat di kawasan Teluk.

Di saat investigasi masih menemui jalan buntu mengenai siapa yang menekan tombol peluncur rudal, bantuan China ini memberikan pesan politis yang kuat mengenai dukungan mereka terhadap Teheran di panggung global.

Situasi di lokasi kejadian dilaporkan masih dipenuhi suasana duka. Bantuan dari Palang Merah China diharapkan dapat segera membantu proses pemulihan psikologis dan bantuan ekonomi bagi keluarga yang terdampak langsung oleh tragedi berdarah tersebut. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Donasi Kemanusiaan #china