Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemerintah Iran Bantah Rumor Mojtaba Khamenei Terluka Parah Pasca-Serangan AS-Israel

Ghina Nailal Husna • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:42 WIB

Pemerintah Iran Bantah Rumor Mojtaba Khamenei
Pemerintah Iran Bantah Rumor Mojtaba Khamenei

RADAR KUDUS – Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah, otoritas Iran akhirnya angkat bicara mengenai simpang siur kondisi Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei.

Melalui pernyataan resmi dari lingkaran dalam pemerintahan, Teheran membantah keras laporan yang menyebutkan bahwa suksesor Ali Khamenei tersebut dalam kondisi kritis akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Kepastian mengenai kondisi Mojtaba disampaikan oleh Youssef Pezeshkian, putra Presiden Iran sekaligus penasihat senior pemerintah.

Pezeshkian menegaskan bahwa dirinya telah melakukan verifikasi langsung kepada pihak-pihak yang memiliki akses prioritas ke lingkaran kekuasaan tertinggi.

Ia menjamin bahwa saat ini Mojtaba berada dalam kondisi aman dan sehat.

Meski terdapat laporan mengenai insiden fisik, Pezeshkian menggarisbawahi bahwa adanya kabar mengenai cedera ringan tidak bisa diinterpretasikan sebagai kondisi medis yang mengkhawatirkan atau kritis.

"Kami telah mengonfirmasi kepada mereka yang terhubung langsung dengan pusat komando. Isu yang menyebutkan beliau mengalami luka fatal adalah tidak berdasar," ujar Pezeshkian dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, gelombang spekulasi melanda media internasional yang melaporkan bahwa Mojtaba menjadi salah satu korban luka dalam serangan udara yang menargetkan kompleks strategis di Teheran.

Laporan tersebut merinci bahwa ia menderita luka pada bagian kaki dan saat ini ditempatkan di sebuah lokasi rahasia dengan protokol keamanan super ketat serta akses komunikasi yang sangat terbatas.

Keadaan semakin membingungkan saat televisi pemerintah Iran sempat menggunakan terminologi "veteran terluka" saat merujuk pada sang pemimpin.

Namun, media resmi negara tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapan, di mana, atau sejauh mana tingkat cedera yang dimaksud, yang justru memicu kekosongan informasi dan berkembangnya teori spekulatif di kalangan analis politik global.

Mojtaba Khamenei, yang kini berusia 56 tahun, naik ke tampuk kekuasaan tertinggi Iran tak lama setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan dahsyat yang dilakukan oleh kekuatan AS dan Israel.

Serangan tersebut tidak hanya mengubah peta politik domestik Iran, tetapi juga memicu konflik regional yang lebih luas.

Sejak pengangkatannya, sosok Mojtaba tetap menjadi misteri bagi publik internasional:

- Minim Tampilan Publik: Ia dikenal sangat tertutup dan jarang muncul di depan kamera.

- Hening Secara Politik: Hingga saat ini, ia belum menyampaikan pidato resmi atau pernyataan kebijakan luar negeri sejak menjabat.

- Stabilitas Pemerintahan: Keberadaannya di lokasi yang aman dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas rezim di tengah ancaman serangan lanjutan.

Minimnya transparansi dari pihak Teheran mengenai kondisi fisik pemimpin mereka dipandang oleh banyak analis sebagai upaya untuk mencegah penurunan moral pasukan serta menjaga wibawa pemerintahan di mata lawan politiknya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Mojtaba Hosseini Khamenei #bantah rumor #pemerintah Iran