Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Selat Hormuz Kembali Mencekam, Kapal Kargo Thailand Dihantam Serangan, 20 Awak Diselamatkan dan Tiga Masih Dicari

Ali Mustofa • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:23 WIB

Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat. (Thai Navy on x.com)
Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat. (Thai Navy on x.com)

RADAR KUDUS – Sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan mengalami serangan saat melintas di jalur pelayaran penting Selat Hormuz pada Rabu (12/3).

Insiden tersebut memicu upaya penyelamatan setelah kapal dilaporkan terbakar dan sebagian awaknya harus meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri.

Angkatan Laut Thailand mengungkapkan bahwa kapal yang menjadi sasaran serangan adalah Mayuree Naree.

Baca Juga: Kapal Thailand Mayuree Naree Diserang di Selat Hormuz, Kebakaran Hebat Terjadi, 3 ABK Belum Ditemukan

Yaitu sebuah kapal pengangkut curah (bulk carrier) yang sedang berlayar melalui Selat Hormuz setelah sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA).

Foto yang dirilis oleh Royal Thai Navy memperlihatkan kepulan asap hitam tebal keluar dari badan kapal serta bagian atas bangunan kapal.

Beberapa sekoci darurat juga terlihat mengapung di sekitar lokasi kejadian, menandakan awak kapal melakukan evakuasi darurat.

Mengutip laporan France24, Angkatan Laut Thailand menyatakan bahwa kapal tersebut diserang ketika sedang melintas di perairan Selat Hormuz.

Namun hingga kini penyebab pasti serangan serta rincian peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Detail mengenai insiden ini, termasuk penyebab serangan, masih dalam tahap investigasi,” demikian pernyataan resmi Angkatan Laut Thailand.

Baca Juga: Kapal Kargo Thailand Diserang dari Udara di Selat Hormuz, 20 Awak Berhasil Diselamatkan

Setelah kejadian itu, operasi penyelamatan segera dilakukan oleh Angkatan Laut Oman.

Hingga saat ini, sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan, sementara upaya pencarian terhadap tiga awak lainnya masih terus berlangsung.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa Mayuree Naree berada di perairan dekat wilayah Oman saat insiden terjadi.

Setelah serangan, kapal tersebut hanya bergerak sangat lambat, sekitar satu knot.

Kapal dengan panjang sekitar 178 meter dan kapasitas muatan sekitar 30.000 ton itu diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Kandla di India.

Menurut Angkatan Laut Thailand, kapal tersebut dimiliki oleh perusahaan pelayaran Thailand, Precious Shipping.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp3,113 Juta dan Galeri24 Rp3,098 Juta per Gram

Hingga saat ini perusahaan yang berbasis di Bangkok itu belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Sebelumnya Iran dilaporkan melakukan sejumlah serangan terhadap negara-negara tetangga yang menjadi eksportir minyak, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Sekitar 20 hingga 21 persen perdagangan minyak global melewati rute tersebut, sehingga gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.

Belum dapat dipastikan apakah serangan terhadap kapal Mayuree Naree berkaitan dengan tiga insiden kapal dagang lain yang sebelumnya dilaporkan oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada hari yang sama di kawasan Teluk.

Sementara itu, pemerintah Thailand melalui Kementerian Luar Negeri dan Angkatan Laut terus berkoordinasi dengan otoritas Oman serta berbagai pihak internasional untuk melakukan pencarian terhadap tiga awak kapal yang masih hilang.

Para analis maritim menilai insiden ini dapat berdampak pada meningkatnya premi asuransi kapal yang melintas di kawasan Teluk Persia, sekaligus memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia.

Negara-negara yang memiliki armada kapal dagang di wilayah tersebut pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Selat Hormuz.

Editor : Ali Mustofa
#evakuasi darurat #penyelidikan #selat hormuz #terbakar #angkatan laut #thailand