RADAR KUDUS - Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang utama, yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret, dengan total perjalanan mencapai 143,9 juta orang.
Prediksi ini didasarkan pada survei Korps Lalu Lintas Polri bersama Kementerian Perhubungan, yang membandingkan data realisasi mudik tahun sebelumnya, di mana lonjakan pertama dipicu oleh pemudik yang berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan, sementara gelombang kedua bertepatan dengan H-3 hingga H-4 Idulfitri.
Hal ini mengingat mobilitas tinggi melalui berbagai moda transportasi, terutama mobil pribadi yang mendominasi.
Pada gelombang pertama, 14-15 Maret 2026, diproyeksikan terjadi lonjakan signifikan karena banyak masyarakat memanfaatkan akhir pekan untuk memulai perjalanan pulang kampung, sebagaimana diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026.
Gelombang kedua pada 18-19 Maret diperkirakan lebih padat, dengan PT Jasa Marga memproyeksikan hingga 3,5 juta kendaraan melintasi jalan tol, bertepatan dengan H-2 Idulfitri dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16-17 Maret yang dimaksudkan untuk meratakan arus.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga menyiapkan layanan khusus selama 22 hari mulai 11 Maret hingga 1 April, dengan posko angkutan pada 14-29 Maret, memprediksi puncak pada 18 Maret.
Sementara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan simulasi menunjukkan kepadatan tambahan pada 16 Maret, meski upaya WFA diharapkan menyebar puncak tersebut.
Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah menerapkan kebijakan ganjil-genap di tol utama mulai 17 Maret 2026, serta memperkuat pengamanan dan fasilitas di terminal serta pelabuhan.
Korlantas Polri memetakan 143,9 juta pemudik, naik dari tahun lalu, dengan mayoritas memilih jalur darat. Menko Infrastruktur Prabhakar Yudono (AHY) menekankan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan kelancaran, termasuk peningkatan posko dan strategi pengalihan lalu lintas.
Prediksi ini juga mempertimbangkan faktor Nyepi yang memengaruhi jadwal, sehingga pemudik diimbau memeriksa tiket dan kondisi kendaraan sejak dini.
Arus balik diprediksi mengikuti pola serupa dengan dua puncak pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret, di mana pemudik kembali ke kota-kota besar pasca lebaran.
Total perjalanan mudik dan balik mencapai ratusan juta, menjadikan Lebaran 2026 sebagai salah satu mobilitas terbesar dalam sejarah. Pemerintah mengajak masyarakat berpartisipasi dengan mematuhi aturan lalu lintas dan memilih waktu berangkat di luar puncak untuk mengurangi risiko kecelakaan serta kemacetan berkepanjangan.
Editor : Mahendra Aditya