Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

WFH Massal di Negara Tetangga RI Gara-Gara Krisis BBM

Anita Fitriani • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:07 WIB

 

ilustrasi bendera negera Filipina, Vietnam, dan Thailand (Foto: Gemini)
ilustrasi bendera negera Filipina, Vietnam, dan Thailand (Foto: Gemini)

RADAR KUDUS - Krisis energi global yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah berakibat pada peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 80% di Asia Tenggara, yang mengancam pasokan energi negara-negara di wilayah tersebut.

Negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam saat ini sedang secara aktif menerapkan atau mendorong work from home (WFH) sebagai strategi darurat untuk mengurangi konsumsi BBM.

Sementara Indonesia terus memantau keadaan dengan mengklaim stok BBM aman hingga Lebaran 2026.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan seluruh kantor pemerintah untuk menerapkan sistem kerja empat hari  mulai 9 Maret 2026.

Keputusan ini mewajibkan pegawai negeri sipil untuk bekerja di rumah selama empat hari dalam seminggu, kecuali untuk layanan yang sangat penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan fasilitas kesehatan.

Kebijakan tersebut juga mencakup instruksi ketat untuk penghematan energi yang meliputi pengurangan penggunaan BBM hingga 20%.

Di Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra telah menginstruksikan seluruh pegawai negeri untuk bekerja dari rumah bila memungkinkan dan menghentikan untuk sementara ekspor BBM guna menjaga cadangan untuk dua bulan ke depan setelah terjadinya kepanikan di SPBU yang membuat antrean panjang.

Vietnam, yang menghadapi kenaikan harga bensin lebih dari 20%, juga giat mengimbau perusahaan swasta agar menerapkan WFH, menghapus sementara bea masuk untuk impor BBM, dan mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau carpooling di tengah antrean panjang di SPBU di Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Langkah serupa diambil oleh negara lain seperti Malaysia yang mempertimbangkan rotasi WFH untuk pegawai pemerintah guna mengurangi subsidi BBM.

Walaupun negara-negara sekitar bergerak cepat dalam menerapkan kebijakan WFH darurat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa stok BBM nasional tetap aman hingga Lebaran 2026.

Pemerintah RI juga sedang melakukan simulasi untuk efisiensi energi nasional, termasuk mempercepat penerapan B50 (biodiesel 50%) dan E20 (etanol 20%), serta mempertimbangkan WFH secara selektif untuk sektor perkantoran jika harga minyak dunia tetap di atas US$100 per barel.

Hal ini sebagai pembelajaran dari negara tetangga untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengurangi emisi karbon, dan mencegah inflasi yang bisa mencapai 5-7% akibat krisis ini.

Penyesuaian semacam ini tidak hanya berfungsi untuk menghemat energi dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi transisi energi hijau di masa depan.

Editor : Ali Mustofa
#konflik timur tengah #krisis BBM #filipina #vietnam #krisis BBM Vietnam #thailand