RADAR KUDUS - Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Komersial dan Perdagangan Pertamina menegaskan komitmen penuh untuk memastikan pasokan energi nasional, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG, tetap terjamin dan tersedia bagi masyarakat selama periode hari besar keagamaan serta libur panjang nasional seperti Ramadan dan Idulfitri
Melalui berbagai langkah proaktif, perusahaan ini berupaya menjaga kelancaran distribusi energi dari hulu ke hilir agar kegiatan masyarakat, transportasi, dan sektor industri berjalan lancar tanpa masalah pasokan.
Sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi, Pertamina Patra Niaga membangun stok untuk BBM dan LPG sebelum memasuki masa peningkatan konsumsi, seperti Ramadan dan Idulfitri.
Cadangan ini disiapkan di berbagai terminal BBM, terminal LPG, dan lokasi penyimpanan lainnya guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan permintaan sekaligus memastikan kestabilan distribusi di seluruh area operasional.
Perusahaan juga memastikan kesiapan fasilitas dan sarana distribusi, termasuk terminal, armada darat dan laut, serta infrastruktur pendukung lainnya agar aliran energi tetap terjaga walaupun menghadapi kondisi cuaca yang tidak stabil dan peningkatan mobilitas masyarakat.
Dalam rangka menjaga kelancaran distribusi di negara kepulauan seperti Indonesia, Pertamina Patra Niaga mengandalkan transportasi laut sebagai salah satu elemen vital dalam rantai pasok energi nasional.
Untuk periode Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, perusahaan menyiapkan ratusan kapal untuk mengangkut BBM dan LPG demi menjamin pasokan energi dari wilayah Indonesia Timur hingga Barat, sehingga daerah yang tergantung pada jalur laut tetap mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan.
Di darat, hampir enam ribu armada distribusi disiapkan untuk mengantarkan BBM dan LPG ke lebih dari belasan ribu lembaga penyalur resmi di seluruh Indonesia, termasuk SPBU, Pertashop, dan agen LPG, dengan perhatian khusus pada daerah terpencil serta kepulauan.
Pertamina Patra Niaga juga mengelola ribuan SPBU dan jaringan Pertashop sebagai garda terdepan dalam pelayanan energi kepada masyarakat, di mana beberapa di antaranya buka 24 jam untuk menjamin akses sepanjang waktu, terkhusus di jalur utama dan lokasi wisata.
Di sektor LPG, ribuan agen siaga, dengan mayoritas beroperasi penuh selama 24 jam, didukung oleh ratusan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen minyak tanah untuk menjamin ketersediaan energi rumah tangga, UMKM, dan sektor jasa.
Selain itu, di jalur tol dan titik-titik kemacetan potensial lainnya, Pertamina menyiapkan layanan tambahan seperti SPBU modular, Kios Pertamina Siaga, dan mobil tangki yang siap siaga sebagai suplai cepat saat terjadi lonjakan permintaan lokal.
Gabungan layanan reguler dan tambahan ini dibuat untuk mengurangi risiko antrean panjang dan kekosongan stok di lokasi-lokasi kunci.
Dalam kerangka pengelolaan risiko, Pertamina Patra Niaga menerapkan pola distribusi Reguler, Alternatif, dan Darurat (RAE) untuk memastikan pasokan energi tetap berlangsung meskipun ada gangguan, baik karena keadaan cuaca ekstrem, masalah logistik, maupun kendala teknis lainnya.
Pola distribusi ini didukung oleh sistem pemantauan yang intensif dan mitigasi berkelanjutan yang memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian rute distribusi, mempercepat suplai di area dengan konsumsi yang meningkat, serta mengalihkan pasokan dari tempat yang surplus ke daerah yang berpotensi mengalami defisit.
Pertamina juga menyediakan layanan motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) di jalur padat dan ruas tol untuk membantu pengendara yang mendapati kondisi darurat kehabisan BBM dalam perjalanan.
Dengan demikian, keandalan layanan tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar, tetapi juga pada respons cepat di level layanan yang langsung menjangkau konsumen. Selain memastikan pasokan fisik, Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi, baik BBM maupun LPG, secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan, terutama selama Ramadan dan Idulfitri.
Edukasi ini penting untuk menghindari pembelian berlebihan (panic buying) yang bisa mengganggu pola distribusi yang telah direncanakan dan berpotensi menyebabkan kepadatan di lembaga penyalur.
Perusahaan menegaskan bahwa stok energi ditangani dalam keadaan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang kekurangan pasokan selama periode sibuk tersebut.
Di sisi lain, ajakan untuk menggunakan energi secara bijak sejalan dengan upaya pemerintah dan perusahaan dalam mendorong efisiensi dan keberlanjutan energi di masa depan.
Langkah-langkah Pertamina Patra Niaga dalam menyiapkan dan mengamankan pasokan energi mencakup penguatan stok, optimalisasi distribusi darat dan laut, pengoperasian jaringan SPBU dan agen yang luas, serta penerapan pola distribusi berlapis dan layanan darurat di lapangan.
Strategi teknis, logistik, dan edukasi kepada masyarakat, perusahaan berusaha untuk memastikan bahwa kebutuhan energi pada momen-momen penting nasional dapat dipenuhi secara aman, andal, dan tepat waktu, tanpa mengabaikan prinsip efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang. (*)
Editor : Mahendra Aditya