RADAR KUDUS – Warga Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang wanita berinisial DH (56) di dalam rumahnya pada Sabtu (7/3/2026).
Penemuan ini menyisakan misteri besar karena kondisi jasad yang sudah mengering dan ditemukannya taburan bubuk kopi di sekujur tubuh korban.
Kasus ini terungkap berkat inisiatif anak korban, L, yang datang untuk membersihkan rumah yang telah lama ditinggalkan tersebut.
Berikut adalah kronologi dan fakta-fakta mencengangkan di balik penemuan tersebut.
Penemuan jasad ini bermula saat L bersama pasangannya, R, mendatangi rumah korban di wilayah Meruyung untuk kerja bakti membersihkan kediaman ibunya.
Saat R sedang merapikan salah satu kamar pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, ia mencurigai gundukan kain yang berantakan.
Ketika tumpukan pakaian, karpet, dan papan setrika disingkap, R dikejutkan dengan penampakan sepasang kaki manusia yang sudah berupa tulang belulang.
Jenazah DH ditemukan dalam posisi telentang, tertutup rapat oleh berbagai lapisan tekstil.
Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, mengonfirmasi bahwa kondisi jenazah sudah sangat memprihatinkan. "Kondisinya sudah terlihat tulang dan kulitnya mengering," jelas Chairul.
Salah satu poin paling janggal dalam kasus ini adalah absennya bau busuk, meskipun jasad diperkirakan sudah berada di lokasi dalam waktu yang sangat lama.
Ketua RT setempat, Sagian Safrudin, mengaku terakhir kali melihat korban pada September 2025.
Polisi menemukan fakta bahwa tubuh korban telah ditaburi bubuk kopi dalam jumlah banyak.
Penggunaan bubuk kopi ini diduga kuat menjadi alasan mengapa warga sekitar maupun anak korban yang sempat datang sebelumnya tidak mencium aroma sisa pembusukan.
Kopi dikenal memiliki kemampuan menyerap bau (odor absorber) yang sangat efektif.
Bahkan, anak korban sebelumnya pernah datang pada Februari 2026 untuk membersihkan pekarangan, namun tidak menaruh curiga meski kondisi rumah berantakan, karena tidak ada aroma yang menyengat.
gung ke Gaza: Kisah Keluarga Vidi Aldiano dalam Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina
Penyelidikan awal kepolisian mengungkapkan adanya indikasi tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pembunuhan.
Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, sepeda motor dan ponsel milik korban dilaporkan hilang.
Fokus penyelidikan kini mengarah pada keberadaan suami siri korban yang selama ini tinggal bersama DH di rumah tersebut.
Diketahui, sebelum korban "menghilang" dari pandangan warga, sempat terjadi perselisihan antara DH dan suami sirinya. Namun, hingga saat ini, keberadaan pria tersebut tidak diketahui rimbanya.
Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian DH karena kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan lanjut (mumi).
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi mendalam.
"Kami masih mendalami semua kemungkinan. Keberadaan suami siri korban saat ini masih kami telusuri," tambah Kompol Chairul Saleh.
Kasus ini menambah daftar panjang misteri penemuan mayat di Depok yang melibatkan kondisi jasad mengering, mengingatkan publik pada kasus serupa yang pernah terjadi beberapa tahun silam di wilayah Cinere. (*)
Editor : Ali Mustofa