Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ledakan Dahsyat Guncang Bandara Mehrabad Teheran, Israel Klaim Serang Ratusan Target di Iran

Ali Mustofa • Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:41 WIB

Ledakan besar terjadi di Bandara Mehrabad di Tehran. (Platform X).
Ledakan besar terjadi di Bandara Mehrabad di Tehran. (Platform X).

RADAR KUDUS – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara terbaru Israel dilaporkan menghantam wilayah Iran.

Ledakan besar terjadi di sekitar Bandara Internasional Mehrabad, Teheran, pada Sabtu (7/3) dini hari dan memicu kebakaran hebat yang disertai kepulan asap tebal di langit ibu kota.

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa ledakan kuat yang menerangi langit malam di sekitar kawasan bandara.

Baca Juga: Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Rp78.900, Telur Rp32.600 per Kg

Api terlihat berkobar di beberapa titik, sementara asap hitam membumbung tinggi dan tampak dari berbagai penjuru kota.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar area di sekitar bandara utama Teheran.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku mendengar dentuman keras yang mengguncang rumah-rumah di sekitarnya.

Sebagian saksi mata juga menyebut melihat sebuah pesawat yang diduga pesawat komersial terbakar di area bandara.

Ledakan keras bahkan terdengar hingga ke beberapa wilayah lain di ibu kota Iran.

Video yang direkam warga menunjukkan rangkaian ledakan yang terjadi secara beruntun.

Kilatan cahaya dari ledakan terlihat menerangi langit malam sebelum diikuti kobaran api besar dan asap pekat yang menyelimuti kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Ini Daftar Harga Terbarunya di Pegadaian

Militer Israel menyatakan serangan itu merupakan bagian dari operasi besar yang menargetkan lebih dari 600 titik yang disebut terkait dengan rezim Iran dalam tiga hari terakhir.

Sasaran tersebut disebut mencakup instalasi militer serta fasilitas intelijen yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut sejumlah saksi, serangan pada malam tersebut termasuk yang paling intens sejak konflik antara Israel dan Iran kembali meningkat.

Kekuatan ledakan dilaporkan lebih besar dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.

Gambar yang disiarkan sejumlah media Iran menunjukkan bola api raksasa serta asap tebal yang muncul di antara gedung-gedung tinggi di Teheran, menggambarkan besarnya dampak dari serangan udara tersebut.

Baca Juga: Bukan Bakat, Ini Faktor yang Paling Menentukan Masa Depan Seseorang

Perkembangan ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama setelah Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap operasi militer Israel yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran.

Dengan kedua pihak yang terus menunjukkan kesiapan melanjutkan konfrontasi, kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan pun semakin meningkat.

Di tengah situasi keamanan yang memburuk, pemerintah Indonesia mulai melakukan langkah evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran.

Tahap pertama evakuasi dijadwalkan berlangsung hari ini melalui jalur Azerbaijan.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

“Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan,” ujar Heni dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3).

Pada tahap awal, sebanyak 32 WNI direncanakan untuk dievakuasi. Namun jumlah tersebut masih dapat berubah bergantung pada kondisi keamanan yang berkembang.

Menurutnya, pemerintah terus memantau dinamika situasi sebelum menentukan jalur evakuasi yang dinilai paling aman bagi para WNI.

Baca Juga: Tubuh Sehat Bukan Sekadar Anugerah, Tapi Amanah yang Harus Dijaga

“Untuk jalur-jalur evakuasi akan dilihat sesuai kondisi di lapangan dan ini akan ditentukan oleh rekan-rekan di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan,” jelasnya.

Heni menambahkan, keputusan mengenai tahap evakuasi selanjutnya akan ditentukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap situasi keamanan terbaru serta mempertimbangkan laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.

Kementerian Luar Negeri juga memastikan komunikasi dengan para WNI di Iran tetap berjalan intensif, khususnya bagi mereka yang berada di Teheran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di sana untuk kunjungan sementara.

“KBRI Teheran akan terus beroperasi memberikan bantuan dan keperluan kepada seluruh WNI yang masih berada di Iran,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto menyebut negara-negara di kawasan Teluk saat ini masih menjamin keamanan seluruh penduduk yang berada di wilayahnya, termasuk warga asing seperti diaspora Indonesia.

Menurutnya, berbagai imbauan keamanan telah disampaikan oleh pemerintah setempat dan kebutuhan dasar masyarakat masih dijamin. Karena itu, hingga kini negara-negara Teluk belum mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi warga asing.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga menjelaskan bahwa skenario evakuasi WNI dari Teheran telah dipersiapkan melalui jalur darat menuju Baku, Azerbaijan.

“Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku, perjalanan daratnya sekitar sepuluh jam,” ujarnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Setelah menempuh perjalanan darat menuju Azerbaijan, para WNI tersebut selanjutnya akan melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia menggunakan penerbangan menuju Jakarta.

Editor : Ali Mustofa
#serangan udara #timur tengah #iran #Israel #wni #ledakan