Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Konflik AS–Iran Disebut Bukan Semata untuk Israel, tetapi Bagian dari Strategi Pengaruh

Ghina Nailal Husna • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:15 WIB

Analisis: konflik AS–Iran disebut bukan semata untuk Israel
Analisis: konflik AS–Iran disebut bukan semata untuk Israel

RADAR KUDUS – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sering kali dipersepsikan sebagai bentuk dukungan Washington terhadap Israel.

Namun, sejumlah analis geopolitik menilai konflik tersebut memiliki latar belakang yang jauh lebih luas, yakni berkaitan dengan strategi jangka panjang Amerika Serikat dalam mempertahankan pengaruh global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Menurut pandangan tersebut, upaya negara-negara Barat untuk menguasai atau memengaruhi kawasan Timur Tengah sebenarnya telah berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Dalam sejarahnya, kekuatan Barat seperti Kekaisaran Romawi pernah berusaha menguasai wilayah tersebut karena posisinya yang strategis secara geopolitik dan ekonomi

Pada era modern, kebijakan tersebut dilanjutkan oleh British Empire yang memandang Timur Tengah sebagai kawasan penting dalam menjaga dominasi globalnya.

Setelah Perang Dunia II, peran tersebut secara bertahap diambil alih oleh Amerika Serikat yang kini menjadi kekuatan dominan dalam politik global.

Timur Tengah sebagai Kawasan Strategis

Timur Tengah memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, terutama karena cadangan energi yang besar serta posisinya sebagai jalur perdagangan internasional.

Karena itu, pengaruh di kawasan ini sering dianggap penting bagi negara yang ingin mempertahankan posisi dominan dalam sistem internasional.

Dalam konteks ini, hubungan erat antara Amerika Serikat dan Israel sering dilihat sebagai bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas.

Beberapa analis berpendapat bahwa Israel sejak awal berdirinya juga didukung oleh kekuatan Barat sebagai mitra strategis di kawasan tersebut.

Selain Israel, Amerika Serikat juga menjalin hubungan keamanan dan militer dengan sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Yordania serta beberapa negara di kawasan Teluk Persia. Kerja sama ini dinilai sebagai bagian dari upaya membangun jaringan keamanan regional.

Energi dan Persaingan Global

Faktor lain yang sering disebut dalam analisis geopolitik adalah perebutan pengaruh atas sumber daya energi.

Timur Tengah merupakan salah satu wilayah dengan cadangan minyak dan gas terbesar di dunia, sehingga kontrol atau pengaruh terhadap kawasan tersebut memiliki dampak besar terhadap ekonomi global.

Sebagian pengamat menilai bahwa kebijakan Amerika Serikat di kawasan tersebut juga dipengaruhi oleh dinamika persaingan global dengan negara lain, termasuk China.

Dalam beberapa kajian kebijakan luar negeri, disebutkan bahwa penguasaan jalur energi global dapat menjadi faktor penting dalam persaingan antar kekuatan besar.

Selain itu, konflik yang melibatkan Iran juga sering dikaitkan dengan perubahan tatanan geopolitik global menuju sistem yang lebih multipolar.

Iran sendiri dianggap memiliki hubungan strategis dengan sejumlah negara yang berada di luar blok Barat.

Konflik Regional yang Saling Berkaitan

Sebagian analis melihat bahwa berbagai konflik di berbagai kawasan dunia memiliki keterkaitan strategis.

Misalnya, konflik di Eropa Timur yang melibatkan Ukraina, ketegangan di Asia Timur terkait Taiwan, serta dinamika keamanan di Timur Tengah.

Dalam pandangan tersebut, negara-negara yang menjadi sekutu Amerika Serikat di berbagai kawasan sering dianggap sebagai mitra strategis dalam menjaga keseimbangan kekuatan global.

Di kawasan Asia Pasifik, misalnya, Washington memiliki kerja sama pertahanan dengan negara-negara seperti Jepang dan Filipina.

Meski demikian, pandangan mengenai motif di balik konflik global ini masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi, analis kebijakan, maupun masyarakat luas.

Ada yang menilai konflik tersebut murni berkaitan dengan keamanan regional, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari strategi geopolitik yang lebih besar.

Di sisi lain, banyak pihak juga menekankan pentingnya menilai konflik secara objektif serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pelanggaran kemanusiaan atau tindakan agresi tetap dimintai pertanggungjawaban.

Dengan berbagai kepentingan strategis yang saling bertemu di kawasan Timur Tengah, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya diperkirakan masih akan menjadi salah satu isu geopolitik paling kompleks dalam hubungan internasional saat ini. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#Strategi Jangka Panjang #as iran #perang Iran AS Israel #Perang iran #perang iran dan amerika #perang Iran dengan Israel #Perang Iran Amerika