Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Gentar Hadapi AS-Israel, Iran Tegaskan Sikap Perlawanan

Ali Mustofa • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:31 WIB

Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam, 13 Juni 2025. (Reuters)
Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam, 13 Juni 2025. (Reuters)

RADAR KUDUSMohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki kepercayaan terhadap Amerika Serikat.

Karena itu, Iran disebut tidak memiliki rencana untuk membuka jalur perundingan dengan Washington dan memilih melanjutkan konfrontasi yang terjadi.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Rabu (4/3), Mokhber menyebut tidak ada dasar untuk melakukan negosiasi dengan AS.

Baca Juga: Perusahaan Keluarga Jadi Vendor Pemkab, Bupati Pekalongan Fadia Resmi Jadi Tersangka

Ia juga menyinggung pengalaman sejarah Iran dalam menghadapi perang panjang, merujuk pada konflik Iran–Irak selama delapan tahun pada 1980–1988.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Iran tidak gentar menghadapi perang dan siap melanjutkan perlawanan jika diperlukan.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan tidak akan tinggal diam atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Serangan itu disebut menyasar sejumlah titik di Iran, termasuk di Teheran, dan dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Media pemerintah Iran menyampaikan bahwa Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

IRGC menuduh serangan gabungan AS-Israel turut menyasar fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, hingga gedung pernikahan yang memicu kepanikan publik.

Baca Juga: Sempat Hilang Jejak dari Tim KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Akhirnya Tertangkap Saat Isi Daya Mobil di Semarang

Mereka mengklaim jumlah korban sipil telah melampaui 700 orang.

Dalam perkembangan terbaru, IRGC mengumumkan telah menggempur markas besar staf umum Israel Defense Forces (IDF) serta gedung kementerian pertahanan Israel.

Selain itu, serangan juga diklaim menyasar infrastruktur strategis di Bnei Brak, instalasi militer di Petah Tikva di timur laut Tel Aviv, dan pusat militer di wilayah Galilea Barat.

IRGC turut menyebut lebih dari 680 personel militer AS dan Israel tewas atau terluka sejak konflik dengan Iran meningkat.

Konflik memanas setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan rangkaian serangan ke sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut memicu gelombang balasan dari Teheran yang terus berlanjut hingga saat ini.

Editor : Ali Mustofa
#iran #washington #amerika serikat #Ali Khamenei