RADAR KUDUS – Fadia Arafiq dilaporkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (3/3/2026).
Dalam operasi tersebut, Fadia bersama sejumlah pihak lainnya diamankan dan langsung dibawa ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Baca Juga: OTT Ketujuh KPK 2026, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diamankan Saat Ramadan
Ia menjelaskan bahwa tim penyidik mengamankan beberapa orang dalam operasi tertutup tersebut, termasuk kepala daerah setempat.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujar Budi kepada wartawan.
Setelah diamankan, para pihak yang terjaring OTT langsung diterbangkan ke ibu kota untuk menjalani klarifikasi dan pemeriksaan intensif di Gedung KPK.
Hingga kini, lembaga antirasuah itu belum membeberkan secara detail perkara yang menjadi dasar penindakan tersebut.
Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyegel beberapa ruangan di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Ruang kerja bupati, kantor Sekretaris Daerah (Sekda), hingga kantor Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) termasuk yang dipasangi garis penyegelan.
Jejak Karier Politik
Fadia Arafiq merupakan Bupati Pekalongan dua periode. Ia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dan dikenal sebagai putri pedangdut senior A. Rafiq.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Jakarta sebelum melanjutkan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang.
Ia kemudian meraih gelar magister di Universitas Stikubank Semarang dan menyelesaikan program doktoralnya di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Langkah politiknya dimulai saat terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016.
Namanya semakin dikenal setelah dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan serta menjabat Ketua KNPI Jawa Tengah periode 2016–2021.
Pada Pilkada 2020, Fadia memenangkan kontestasi dan menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026.
Ia kembali meraih kepercayaan masyarakat pada periode 2025–2030 dan dilantik di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.
Sebelumnya, Fadia juga sempat menjadi sorotan publik setelah pernyataannya di media sosial menuai kontroversi saat menanggapi kritik warga terkait pembangunan infrastruktur dan kinerja pemerintahan daerah.
Kini, masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai proses hukum yang tengah berjalan di KPK, termasuk penentuan status hukum para pihak yang telah diamankan.