RADAR KUDUS - Fenomena Gerhana Bulan Total, yang kerap disebut Blood Moon, akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa ini bukan hanya spektakuler untuk dilihat — Bulan berubah warna menjadi kemerahan — tetapi juga menjadi momen unik bagi para fotografer amatir maupun profesional untuk mengambil gambar luar biasa dari langit malam.
Meskipun gerhana ini aman disaksikan tanpa alat pelindung mata khusus, memotret hasil yang tajam dan dramatis menuntut teknik dan persiapan tertentu.
Berikut panduan praktis dari berbagai sumber astronomi dan fotografi terpercaya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Melihat Blood Moon 3 Maret 2026: Ini Panduan Lengkapnya
Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Menurut prediksi astronomi global, fase totalitas Blood Moon akan berlangsung sekitar satu jam penuh pada tanggal tersebut.
Waktu pastinya bervariasi tergantung lokasi geografis, tetapi di banyak wilayah Asia dan wilayah timur bumi saat Bulan sudah terbit, kamu masih bisa mengabadikan momen puncaknya.
Untuk jadwal yang paling akurat di kotamu, gunakan aplikasi astronomi seperti Time and Date, PhotoPills, atau Stellarium agar tahu jam terbit Bulan dan kapan puncak gerhana terjadi secara lokal.
Tips Memotret dengan DSLR atau Mirrorless
1. Gunakan Lensa Telephoto
Agar Bulan tampak cukup besar di frame, pilih lensa dengan panjang fokus minimal 200mm, lebih baik lagi 300–600mm atau lebih untuk close-up dramatis.
2. Stabilkan Kamera
Gunakan tripod yang kokoh supaya foto tidak goyah. Bahkan remote shutter release atau timer kamera sangat disarankan untuk meminimalkan guncangan saat mengambil gambar.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Tata Cara Sholat Khusuf yang Dianjurkan
3. Mode Manual & Pengaturan
Agar exposure dapat dikontrol penuh:
-
Mode Manual (M) — kontrol ISO, shutter speed, dan aperture sendiri.
-
ISO rendah (100–400) di fase parsial, agar noise minimal.
-
Saat totalitas (bulan tampak merah gelap), shutter speed lebih lambat (1–2 detik) dan ISO bisa dinaikkan (800–3200 tergantung gelapnya Bulan) agar warna dan detail tampil maksimal.
-
Kunci manual focus (infinity) agar fokus tajam.
4. RAW Format
Shooting RAW sangat direkomendasikan karena menyimpan detail dan rentang warna lebih banyak, sehingga memudahkan saat proses editing.
5. Komposisi Kreatif
Selain close-up, pertimbangkan memasukkan elemen foreground seperti siluet pohon, bangunan, atau lanskap untuk memberi konteks artistik pada foto.
Baca Juga: CATAT JADWALNYA! Blood Moon Hadir Saat Waktu Berbuka Puasa
Tips Memotret dengan Smartphone
Smartphone masa kini semakin canggih dan bisa menghasilkan foto menarik, meski dengan keterbatasan:
Stabilisasi
Gunakan tripod mini atau dudukan stabil untuk ponsel agar foto tak blur karena guncangan tangan.
Mode Malam / Pro
Jika tersedia, aktifkan mode malam atau Pro/Manual untuk menyesuaikan ISO, shutter speed, dan fokus secara manual.
Aksesori Tambahan
Clip-on telephoto atau lensa eksternal bisa membantu membuat Bulan tampak lebih besar. Jika tak ada, kamu tetap dapat memotret dan crop foto setelah diambil untuk memperbesar tampilan Bulan.
Fokus & Exposure
Ketuk pada layar di area Bulan untuk mengunci fokus dan exposure, agar Moon tidak terlalu terang atau terlalu gelap di foto.
Tips Umum dari Para Ahli
✔ Datang lebih awal: Pada malam gerhana, tiba di lokasi pengamatan minimal 30–60 menit sebelum puncak.
✔ Perhatikan cuaca: Langit cerah tanpa awan akan sangat berpengaruh pada kualitas foto.
✔ Eksperimen dengan exposure: Karena perubahan cahaya sangat cepat saat masuk dan keluar bayangan Bumi, ambil beberapa gambar dengan setting berbeda (bracketing) agar mendapatkan hasil terbaik.
Memotret fenomena Blood Moon atau Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bukan hanya soal alat, tetapi juga persiapan teknik dan kreatifitas.
Baik dengan kamera DSLR atau mirrorless maupun smartphone, dengan perencanaan yang matang dan latihan sebelumnya, kamu bisa menghasilkan foto langit malam yang spektakuler dan mengesankan.
Editor : Mahendra Aditya