RADAR KUDUS – Sedikitnya tujuh roket dilaporkan menghantam wilayah Teheran, Iran, termasuk area yang berdekatan dengan kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan kompleks Istana Presiden, Sabtu (28/2).
Informasi tersebut disampaikan kantor berita Fars.
Mengutip sumber terkait, kantor berita Mehr melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian selamat dan tidak mengalami luka dalam serangan tersebut.
Baca Juga: Ali Larijani Ambil Alih Kendali: Strategi Iran Siaga Perang dan Rencana Bertahan Hadapi Tekanan AS
Pada hari yang sama, sejumlah bangunan apartemen milik warga di beberapa kawasan pusat Teheran dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal.
Laporan itu disampaikan saluran televisi Iran, SNN. Selain itu, dua ledakan susulan kembali mengguncang ibu kota Iran, sebagaimana diberitakan kantor berita Tasnim.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Chabahar, kota pelabuhan yang berada di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran bagian tenggara, menurut laporan Mehr.
Serangan terhadap Iran tersebut dilancarkan Israel pada Sabtu pagi (28/2). Pemerintah Israel melalui Kementerian Pertahanan menyatakan telah menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya menyusul operasi militer tersebut.
Menanggapi situasi yang memanas, Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi.
Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Indonesia kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian perbedaan melalui cara damai,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang diunggah melalui akun resmi X dan dipantau di Jakarta, Sabtu.
Baca Juga: China Serukan De-eskalasi Usai Serangan AS ke Iran, Warga Diminta Segera Tinggalkan Wilayah Konflik
Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya membantu membuka ruang dialog demi memulihkan kondisi keamanan dan stabilitas kawasan.
Bahkan, apabila disepakati kedua pihak, Presiden Indonesia disebut bersedia melakukan kunjungan ke Teheran untuk menjalankan peran mediasi.
Kementerian Luar Negeri RI menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dunia, sehingga upaya diplomasi dinilai harus terus diutamakan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
Serangan yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat pada Sabtu (28/2) merupakan operasi kedua pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, setelah serangan sebelumnya pada Juni 2025.
Baca Juga: IRGC Mulai Serangan Besar ke Israel, Rudal Balistik dan Drone Diluncurkan sebagai Balasan
Trump menyatakan bahwa militer Amerika menjalankan operasi besar di Iran untuk melindungi warganya dengan menghilangkan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran dengan mediasi Oman.
Dua pertemuan awal berlangsung di Muscat dan Jenewa pada awal bulan ini, membahas pembatasan pengayaan dan cadangan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga perundingan dilaksanakan pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.