Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Mahasiswa Penusuk Mahasiswi Kampus UIN Suska Dikenal Introvert, Diduga Karena Sakit Hati

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 27 Februari 2026 | 08:29 WIB

Ilustrasi Penusukan
Ilustrasi Penusukan

RADAR KUDUS - Kampus yang semestinya menjadi ruang aman bagi pertukaran gagasan dan pencarian ilmu, mendadak berubah menjadi lokasi kekerasan.

Insiden pembacokan yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) bukan sekadar perkara kriminal biasa.

Kasus ini membuka kembali diskusi serius tentang relasi personal di kampus, kesehatan mental mahasiswa, serta lemahnya sistem deteksi dini terhadap potensi kekerasan.

Peristiwa yang menghebohkan civitas akademika itu terjadi pada Kamis pagi, 26 Februari 2026.

Seorang mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Farradhila Ayu Pramesti (23), diserang menggunakan senjata tajam oleh rekan satu kampusnya sendiri, Rehan Mujafar (21).

Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Hukum, sebuah ironi yang menampar nalar publik: hukum dipelajari, tetapi kekerasan justru terjadi.

Baca Juga: Hubungan Pelaku dan Korban Penusukan Mahasiswa UIN Suska Terungkap

Sosok Pendiam yang Luput dari Radar

Di mata lingkungan sekitarnya, Rehan bukan figur yang menonjol. Mahasiswa semester akhir asal Bangkinang, Kampar itu dikenal tertutup, jarang berinteraksi, dan minim konflik terbuka.

Karakter introvert inilah yang membuatnya nyaris tak pernah masuk radar pengawasan sosial kampus.

Kapolsek Bina Widya, Nusirwan, menyebut keterangan teman-teman pelaku relatif seragam: Rehan dikenal pendiam dan cenderung menarik diri.

Namun hasil pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan tidak ada gangguan psikologis berat.

Secara umum, pelaku dinilai dalam kondisi mental yang normal dan sadar penuh atas tindakannya.

Fakta ini menjadi catatan penting. Kekerasan tidak selalu dilakukan oleh mereka yang menunjukkan gejala ekstrem.

Dalam banyak kasus, pelaku justru tampil “biasa”, menyimpan konflik emosional secara senyap, hingga akhirnya meledak dalam bentuk paling destruktif.

Relasi Personal yang Berubah Menjadi Luka

Motif pembacokan bermula dari relasi personal yang tidak berbalas. Rehan mengaku memiliki kedekatan dengan korban sejak menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam satu kelompok.

Kedekatan itu berkembang menjadi perasaan sepihak.

Masalah muncul ketika korban menolak melanjutkan kedekatan tersebut karena telah memiliki pasangan.

Penolakan inilah yang memicu rasa sakit hati mendalam. Dalam pengakuannya kepada penyidik, Rehan merasa dipinggirkan dan kehilangan kendali emosional.

Alih-alih mencari bantuan atau menyalurkan kekecewaan secara sehat, pelaku justru merancang tindakan kekerasan.

Dari rumahnya di Bangkinang, ia membawa kampak dan parang menuju kampus.

Aksi itu bukan spontan, melainkan terencana—sebuah indikator serius tentang eskalasi konflik batin yang tak tertangani.

Baca Juga: Pelaku Penusukan Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 12 Tahun Penjara

Ruang Akademik yang Tercabik

Serangan terjadi di ruang ujian skripsi, salah satu ruang paling sakral dalam perjalanan akademik mahasiswa. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

Beruntung, respons cepat petugas keamanan kampus mencegah akibat yang lebih fatal.

Namun, fakta bahwa senjata tajam bisa dibawa masuk ke lingkungan kampus tanpa terdeteksi menimbulkan pertanyaan serius.

Sejauh mana standar keamanan diterapkan? Apakah kampus memiliki mekanisme pencegahan berbasis risiko, atau hanya mengandalkan respons setelah kejadian?

Baca Juga: Mahasiswa UIN Suska Riau Dibacok Saat Menunggu Sidang Skripsi, Pihak Kampus Serahkan ke Polisi

Kampus dan Tanggung Jawab Kolektif

Kasus ini tidak bisa dipandang semata sebagai kegagalan individu. Ada tanggung jawab kolektif yang perlu dievaluasi.

Kampus sebagai institusi pendidikan tinggi memikul peran strategis dalam membangun ekosistem aman—bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga psikososial.

Relasi asmara yang tidak sehat, kecemburuan berlebihan, serta penolakan yang tidak dikelola dengan matang adalah isu nyata di lingkungan mahasiswa.

Sayangnya, topik ini kerap dianggap urusan pribadi, bukan persoalan institusional.

Padahal, banyak kampus di berbagai negara telah mengembangkan unit konseling aktif, sistem pelaporan anonim, hingga pelatihan pengenalan tanda-tanda kekerasan berbasis relasi.

Tanpa langkah preventif semacam itu, kampus berisiko menjadi ruang sunyi bagi konflik yang membusuk diam-diam.

Introvert Bukan Alasan, Kekerasan Bukan Takdir

Penting ditegaskan, sifat pendiam atau introvert bukanlah pembenaran atas tindakan brutal. Karakter kepribadian tidak identik dengan kecenderungan kekerasan.

Yang menjadi masalah adalah ketika tekanan emosional tidak mendapatkan ruang aman untuk diekspresikan atau ditangani.

Kasus di UIN Suska Riau menjadi cermin betapa rapuhnya batas antara konflik personal dan tindak kriminal, terutama ketika emosi dibiarkan tanpa pendampingan. Diam, dalam konteks ini, bukan ketenangan—melainkan akumulasi yang berbahaya.

Baca Juga: NGERI! Kronologi Mahasiswi Dibacok di Kampus UIN Suska Riau dengan Kapak

Refleksi yang Tak Boleh Berhenti di Simpati

Tragedi ini seharusnya menjadi momentum refleksi nasional bagi dunia pendidikan tinggi.

Kampus tidak cukup hanya menjadi pusat akademik; ia harus hadir sebagai ruang aman, tempat mahasiswa belajar mengelola kegagalan, penolakan, dan emosi secara dewasa.

Tanpa itu, kekerasan serupa berpotensi terulang, dengan pola yang sama: pendiam, terabaikan, lalu meledak.

Editor : Mahendra Aditya
#penikaman mahasiswi UIN Suska #Motif pembacokan UIN Suska #berita uin suska riau #Kasus pembacokan mahasiswi uin suska riau #UIN Suska Riau #hubungan pelaku dan korban UIN Suska #Tragedi berdarah di kampus uin suska riau #Korban pembacokan uin suska #Mahasiswi UIN Suska Riau #UIN Suska berdarah #Kronologi pembacokan UIN Suska #motif pembacokan mahasiswi UIN Suska #Mahasiswi UIN Suska dibacok #tampang pelaku pembacokan uin suska #pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau #profil pelaku pembacokan uin suska