Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

CATAT! Skema Baru BI Atur Tukar Uang Lebaran, Maksimal Rp5,3 Juta

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:20 WIB

Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi uang rupiah

RADAR KUDUS - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, tradisi berbagi uang baru kembali menguat di tengah masyarakat. Namun di balik euforia tersebut, Bank Indonesia mengambil langkah strategis agar peredaran uang tetap terkendali, adil, dan aman.

Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, bank sentral kembali membuka layanan penukaran uang baru dengan skema yang semakin ketat dan terukur.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai antrean panjang dan praktik percaloan, BI kini menegaskan satu prinsip: semua penukaran harus berbasis pemesanan digital, tanpa pengecualian.

Batas Tukar Uang Baru: Dibatasi, Tapi Merata

Dalam periode kedua SERAMBI 2026, BI menetapkan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta per orang. Angka ini bukan sekadar batas teknis, melainkan strategi distribusi agar uang baru tidak menumpuk di segelintir pihak.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa tahun ini BI menyiapkan dana Rp8,6 triliun khusus untuk layanan penukaran uang baru. Seluruhnya dikemas dalam bentuk paket pecahan kecil yang lazim dibutuhkan masyarakat saat Lebaran.

Pembatasan ini bertujuan memastikan lebih banyak warga memperoleh akses yang sama, sekaligus mencegah penimbunan uang baru yang sering berujung pada praktik jual beli jasa penukaran.

Jadwal Periode Kedua SERAMBI 2026

BI membagi jadwal pemesanan berdasarkan wilayah, langkah yang dinilai efektif meredam lonjakan akses secara bersamaan.

Pulau Jawa

Luar Pulau Jawa

Seluruh proses pemesanan dilakukan melalui platform resmi PINTAR BI, yang kini menjadi tulang punggung layanan kas keliling BI.

Digitalisasi untuk Putus Rantai Calo

Salah satu perubahan paling signifikan adalah kewajiban pemesanan online. BI secara tegas meniadakan layanan go show atau datang langsung tanpa reservasi.

Melalui PINTAR BI, masyarakat dapat:

Setelah mendaftar, pemesan wajib membawa bukti booking digital saat hari penukaran. Sistem ini dirancang untuk satu orang satu paket, sehingga peluang percaloan ditekan sejak awal.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari agenda besar BI: menertibkan sirkulasi uang tunai musiman yang selama ini rawan distorsi.

Rincian Pecahan: Dirancang untuk Kebutuhan Lebaran

Total Rp5,3 juta dalam satu paket terdiri dari pecahan yang paling banyak dicari masyarakat:

Kombinasi ini dinilai paling relevan untuk tradisi berbagi saat Lebaran, terutama di lingkungan keluarga dan kampung halaman.

Syarat Penukaran yang Wajib Dipatuhi

Pada hari penukaran, masyarakat diwajibkan membawa:

  1. KTP asli

  2. Bukti pemesanan dari PINTAR BI

  3. Uang rupiah pas sesuai pesanan

  4. Uang disusun rapi, searah, dan dikelompokkan per pecahan

Ketentuan ini dibuat bukan untuk mempersulit, melainkan mempercepat layanan di lapangan.

Uang Tunai Nasional Disiapkan Rp185,6 Triliun

Di luar layanan kas keliling, BI juga telah menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Dari jumlah tersebut, Rp177 triliun dialokasikan untuk kebutuhan perbankan, termasuk pengisian ATM dan kantor cabang.

Artinya, BI ingin memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat tetap aman, tanpa memicu kepanikan atau penarikan berlebihan.

Layanan Khusus Jakarta Digelar di Senayan

Untuk wilayah DKI Jakarta, BI menyiapkan layanan penukaran terpadu pada 12–15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall.

Lokasi ini dipilih karena kapasitasnya yang besar dan mudah diakses, sehingga diharapkan mampu menampung lonjakan peminat.

Edukasi Rupiah Tetap Ditekankan

Di tengah tingginya mobilitas uang, BI juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kualitas Rupiah. Edukasi 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) kembali digaungkan untuk mengenali keaslian uang.

Selain itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip 5J:

Langkah sederhana ini penting agar uang tetap layak edar dan tidak cepat rusak.

Lebih dari Sekadar Layanan Musiman

Program SERAMBI bukan hanya soal penukaran uang baru. Di baliknya, BI sedang menguji efektivitas transformasi layanan kas berbasis digital, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih tertib dan sadar sistem.

Dengan pembatasan nominal, digitalisasi pemesanan, dan distribusi wilayah, BI berupaya menyeimbangkan tradisi sosial dan stabilitas moneter. Lebaran tetap meriah, tanpa mengorbankan keteraturan ekonomi.

Editor : Mahendra Aditya
#tukar uang baru Ramadan 2026 #Pintar BI #pintar bi go id #lokasi tukar uang jogja #kuota tukar uang baru 2026 #cara tukar uang baru BI 2026 #tukar uang baru #PINTAR BI 2026 #jadwal tukar uang baru 2026 #jadwal tukar uang baru Pulau Jawa 2026 #batas maksimal tukar uang #tukar uang baru jogja #jadwal tukar uang baru luar Jawa 2026 #cara tukar uang PINTAR BI #tukar uang lebaran #Jadwal tukar uang baru Lebaran 2026 #lokasi tukar uang #cara dan tahapan tukar uang #Jadwal tukar uang baru Jawa #link pendaftaran tukar uang baru #aplikasi PINTAR BI tukar uang #pintar bi go id 2026 #syarat tukar uang PINTAR BI #cara booking tukar uang baru BI #Pintar BI Down #tukar uang baru Lebaran 2026 #SERAMBI BI 2026 #jadwal tukar uang di Masjid Agung Jawa Tengah 2026 #jadwal tukar uang BI #tukar uang baru Idulfitri 2026 #tukar uang baru untuk THR Lebaran 2026 #jadwal tukar uang 2026