RADAR KUDUS - Suasana duka menyelimuti SMAN 1 Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, setelah seorang siswa bernama Arjuman meninggal dunia akibat tumor otak yang selama ini ia derita.
Kepergian Arjuman meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, guru, dan teman-temannya, terlebih karena perjuangannya melawan penyakit tersebut baru banyak diketahui setelah kondisinya memburuk.
Kisah Arjuman menjadi perhatian publik setelah cerita tentang kehidupannya beredar luas.
Ia dikenal sebagai sosok ceria di lingkungan sekolah, meski menyimpan penderitaan berat.
Arjuman merupakan yatim piatu yang telah kehilangan ayah sejak usia lima tahun dan ibunya saat akan memasuki sekolah dasar.
Selama ini, ia tinggal bersama sang abang yang telah berkeluarga.
Teman-teman sekelasnya mengaku tidak menyadari kondisi kesehatan Arjuman sejak awal.
Sejak kelas dua SMA, ia kerap terlihat mengikat kepalanya menggunakan dasi atau karet. Awalnya, tindakan itu dianggap sebagai candaan.
Namun belakangan diketahui bahwa hal tersebut dilakukan untuk menahan rasa sakit di kepalanya akibat penyakit yang dideritanya.
Kondisi Arjuman semakin memburuk saat memasuki kelas tiga SMA.
Ia sempat ditolak oleh dua rumah sakit sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di rumah sakit ketiga.
Baca Juga: Parah! Moge Potong Jalur Hingga Sebabkan Laka Pengendara Lain, Mirisnya lagi Pelaku Langsung Kabur
Di sana, Arjuman menjalani perawatan intensif di ruang ICU setelah mengalami koma.
Arjuman mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 WIB menjelang waktu Ashar.
Kabar duka itu langsung menyebar dan membuat tangis pecah di sekolah saat guru dan teman-temannya tengah bersiap menjenguknya kembali. (hanif)
Editor : Ali Mustofa