Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Air Mata Ibu Pecah! Janji Pulang Bawa Beras Terhenti, Bocah Penjual Tisu Tewas Terlindas Loader di Kendari

Ali Mustofa • Senin, 9 Februari 2026 | 14:55 WIB

Ilustrasi orang meninggal dunia
Ilustrasi orang meninggal dunia

RADAR KUDUS – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Najwa (8), bocah perempuan yang sehari-hari berjualan tisu di jalanan, meregang nyawa setelah terlindas alat berat jenis loader.

Sebelum kejadian tragis itu, Najwa sempat berpamitan kepada sang ibu dengan janji akan pulang membawa beras untuk keluarga.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Sopir Mobil SPPG Kebumen Tabrak Gerbang Sekolah dan Aniaya Belasan Warga, Begini Duduk Perkaranya

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di perempatan PLN Wuawua, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kendari, Kamis (29/1) malam.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip dari detikSulsel, Senin (9/2/2026), Najwa tertabrak alat berat yang dikemudikan ZA (36) hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan alat berat jenis loader.

Ia menegaskan peristiwa itu bukan termasuk tabrak lari.

“Yang terlibat kecelakaan adalah alat berat jenis loader. Operatornya tidak melarikan diri,” ujar Kevin, Minggu (1/2).

Menurutnya, operator alat berat mengaku tidak menyadari telah melindas korban. Baru setelah kejadian diketahui, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Berdasarkan keterangan, operator tidak kabur, namun tidak sadar jika kendaraannya melindas korban,” jelasnya.

Baca Juga: Bermain Arung Jeram Berujung Maut, Satu Korban Sungai Bodri Kendal Meninggal Dunia, Begini Kejadiannya

Sementara itu, ibu korban, Nurhana, mengungkapkan bahwa malam nahas tersebut Najwa keluar rumah untuk menjual tisu demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat anaknya nekat turun ke jalan.

Sebelum berangkat, Najwa sempat duduk di sudut rumah sambil menatap ibunya.

Ia kemudian menyampaikan niatnya untuk menjual tisu karena di rumah sudah tidak ada nasi maupun beras.

“Dia bilang, ‘Mak, tidak adami nasi, tidak adami beras’. Saya bilang tunggu sebentar untuk adik-adiknya. Tapi dia bilang biarmi, mau jual tisu dulu untuk beli beras,” tutur Nurhana kepada wartawan, Sabtu (7/2).

Baca Juga: Dua Truk Terlibat Kecelakaan Maut di Jambu Semarang, Pengemudi Tewas Terjepit dan Lalu Lintas Macet Panjang, Begini Kronologinya

Najwa juga sempat mengambil jilbab dan sweater karena merasa kedinginan. Ia merapikan pakaiannya sebelum keluar rumah.

Saat berpamitan, Najwa mencium tangan ibunya cukup lama, sesuatu yang jarang ia lakukan.

“Dia salim lama sekali, cium tanganku, lalu bilang, ‘Mak ciumpi saya lama-lama’. Saya tidak tahu itu pamitan terakhir,” ungkap Nurhana dengan suara bergetar.

Tak hanya itu, Najwa juga sempat bertanya tentang penampilannya. Percakapan singkat itu masih teringat jelas oleh sang ibu.

“Dia bilang, ‘Mak, saya cantikji kah?’ Saya jawab cantik sekali. Lalu dia ulangi lagi janjinya mau pulang bawa beras dan uang,” katanya.

Nurhana mengaku tak memiliki firasat buruk malam itu. Meski sempat melarang Najwa keluar karena hujan dan sudah malam, sang anak tetap meyakinkan dirinya.

“Dia bilang mau cari uang. Saya larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apa-apa,” ujarnya.

Namun selepas magrib, kabar buruk datang. Salah satu anaknya memberi tahu bahwa Najwa ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di jalan.

Baca Juga: Truk Bermuatan Pasir Mundur Tak Terkendali Terjun ke Jurang di Jembatan Jlegung Semarang, Satu Korban Meninggal

Nurhana pun berlari menuju lokasi, namun putrinya sudah tak bernyawa.

“Saya angkat dari aspal, tapi sudah tidak bergerak,” katanya lirih.

Peristiwa tersebut terekam dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Nurhana terlihat memeluk jasad Najwa sambil menangis histeris, mengungkapkan bahwa anaknya berjualan tisu karena tidak ada makanan di rumah.

“Saya suruh pergi karena dia tidak mau makan kalau tidak ada nasi. Najwa, ko tinggalkanmi mama,” ucapnya dalam tangis.

Baca Juga: Emas Antam Kembali Menguat, Harga Terbaru Capai Rp2,94 Juta per Gram

Pihak kepolisian memastikan alat berat dan operatornya telah diamankan. Kasus kecelakaan maut ini kini telah naik ke tahap penyidikan.

“Alat berat dan operator sudah kami amankan. Saat ini proses penyidikan masih berjalan,” kata AKP Kevin Fahri Ramadhan, Jumat (6/2).

Polisi kembali menegaskan bahwa insiden tersebut bukan tabrak lari, melainkan kecelakaan akibat operator tidak menyadari korban berada di jalur kendaraan berat tersebut. 

Editor : Ali Mustofa
#uang #Kendari #beras #penjual tisu #bersimbah darah #Loader