Dalam korespondensi tersebut, keduanya disebut membahas topik “simulasi pandemi”.
Pertukaran pesan melalui surat elektronik itu memuat pembahasan terkait latihan kesiapsiagaan serta skenario hipotetis, yang memberi gambaran lebih jauh mengenai hubungan Gates dengan Epstein sebelum merebaknya pandemi Covid-19.
Baca Juga: Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Masih Tinggi
Namun, dokumen tersebut tidak merinci secara spesifik simulasi pandemi yang dimaksud.
Sebagai catatan, pandemi Covid-19 baru secara resmi diumumkan pertama kali pada 31 Desember 2019.
Fakta ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai simulasi pandemi terjadi jauh sebelum wabah global tersebut muncul.
Situasi ini kembali memunculkan perdebatan dan teori konspirasi yang selama ini menyebut pandemi Covid-19 sebagai peristiwa yang disengaja.
Diketahui, pada Oktober 2019, Bill and Melinda Gates Foundation turut menjadi sponsor kegiatan simulasi pandemi global bernama Event 201.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Johns Hopkins Center for Health Security dan World Economic Forum, dengan tujuan menguji kesiapan dunia dalam menghadapi wabah virus fiktif.
Pihak Gates Foundation menegaskan bahwa Event 201 murni merupakan latihan kesiapsiagaan, bukan perencanaan atau prediksi pandemi nyata.
Selama ini, yayasan tersebut memang aktif mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang kesehatan, termasuk pendanaan riset pengembangan obat dan vaksin.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan
Yayasan Gates juga tercatat membiayai penelitian Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan terkait vaksin selama beberapa tahun terakhir.
Selain isu simulasi pandemi, Epstein Files juga memuat klaim sensasional lainnya yang menyeret nama Bill Gates.
Pendiri Microsoft itu disebut tertular penyakit menular seksual setelah berhubungan dengan perempuan asal Rusia.
Epstein bahkan mengklaim Gates pernah meminta antibiotik yang dapat diberikan secara diam-diam kepada istrinya saat itu, Melinda Gates.
Dalam korespondensi terpisah, Epstein juga menyampaikan kepada anggota Parlemen Inggris, Peter Mandelson, bahwa dirinya “bersenang-senang” bersama Gates di Seattle.
Baca Juga: Fitrah Ketuhanan Manusia dan Pentingnya Tuntunan Ilahi
Sekitar tiga juta halaman dokumen yang dirilis pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump turut memuat foto-foto baru Epstein bersama Gates.
Hingga kini, Gates belum memberikan pernyataan langsung terkait klaim-klaim tersebut.
Meski telah meninggal dunia pada 2019, bayang-bayang Epstein masih menghantui sejumlah tokoh yang pernah berinteraksi dengannya.
Bill Gates, yang sempat menyandang status orang terkaya di dunia, menjadi salah satu nama yang kerap muncul dalam dokumen tersebut.
Pada 18 Juli 2013, Epstein bahkan menulis sebuah memo berisi tuduhan terhadap Gates.
Dalam memo itu, Epstein menyebut permintaan penghapusan email terkait penyakit menular seksual serta permohonan pemberian antibiotik secara diam-diam kepada Melinda Gates.
Menanggapi hal itu, juru bicara Bill Gates membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyebut klaim tersebut sepenuhnya keliru dan tidak masuk akal.
Baca Juga: Rahasia Telapak Tangan, Jejak Hikmah dalam Rancangan Tubuh Manusia
Menurutnya, dokumen-dokumen itu justru menunjukkan kekecewaan Epstein karena gagal menjalin hubungan jangka panjang dengan Gates, serta upaya Epstein untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya, sebagaimana dikutip dari The Telegraph.
Nama Bill Gates tercatat sebagai salah satu tokoh yang paling sering disebut dalam arsip kasus Jeffrey Epstein.
Salah satu poin yang dianggap kontroversial adalah korespondensi email tahun 2017 yang menyinggung simulasi pandemi.
Dalam dokumen Kementerian Kehakiman AS (DOJ), terdapat surat elektronik Epstein kepada Gates dengan subjek “bgc3 deliveries and scope” tertanggal 3 Maret 2017.
Email tersebut mengungkap detail teknis mengenai potensi kolaborasi Epstein dengan Gates dan timnya.
Dalam pesan itu, Epstein mengajukan sejumlah proposal kerja yang mencakup berbagai bidang, mulai dari keamanan dalam negeri hingga kesehatan, sebagaimana dikutip dari media Turki, Haberler.
Surat tersebut ditujukan langsung kepada Gates dan diawali dengan sapaan informal “Bill”.
Epstein menyebutkan bahwa pekerjaan untuk lima topik utama tengah berjalan, serta menguraikan komunikasi dengan sejumlah tokoh yang disebut telah memberikan masukan dan gagasan.
Ia juga menyinggung ketertarikannya pada isu kesehatan domestik dan neuroteknologi atau ilmu otak.
Dalam email tersebut, Epstein memaparkan lima poin utama, di antaranya peningkatan akses dan perlindungan data kesehatan pribadi, analisis pengeluaran kesehatan konsumen di AS, kajian neuroteknologi untuk penyakit kronis, hingga potensi neuroteknologi dalam pertahanan nasional.
Poin terakhir yang paling menyita perhatian adalah rekomendasi teknis terkait simulasi pandemi virus varian terbaru.
Hal ini menjadi sorotan publik karena ditulis pada 2017, dua tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.
Jeffrey Epstein sendiri diketahui meninggal dunia akibat bunuh diri saat menjalani masa tahanan pada 2019.
Editor : Ali Mustofa