Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Seif Al-Islam Khadafi Tewas Dibunuh di Rumah Kediaman, CCTV Dimatikan, Motif Masih Misterius

Ali Mustofa • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:50 WIB
Seif Al-Islam Khadafi, putra mantan penguasa Libya Muammar Khadafi
Seif Al-Islam Khadafi, putra mantan penguasa Libya Muammar Khadafi

RADAR KUDUS – Seif Al-Islam Khadafi, putra mantan penguasa Libya Muammar Khadafi, dilaporkan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Informasi wafatnya Seif dikonfirmasi oleh pihak keluarga serta kuasa hukumnya.

Kepada stasiun televisi Al-Ahrar, seperti dikutip AFP melalui detikNews, Rabu (4/2/2026), kerabatnya Abdullah Othman Abdurrahim menyampaikan bahwa Seif tewas setelah diserang di kediamannya.

Baca Juga: Saif al-Islam Khadafi, Putra Muammar Khadafi Dilaporkan Tewas Dibunuh Kelompok Bersenjata, Otoritas Libya Buka Penyelidikan

Ia menyebut, pelaku berjumlah empat orang pria tak dikenal yang membawa senjata.

“Empat pria bersenjata menerobos rumah Seif al-Islam Khadafi,” ujar Abdurrahim.

Ia menambahkan, sebelum melakukan penyerangan, para pelaku lebih dulu melumpuhkan kamera pengawas di rumah tersebut.

“Setelah CCTV dimatikan, barulah Seif dieksekusi,” katanya.

Kabar tersebut juga diperkuat oleh pernyataan pengacara Seif.

Kepada AFP, kuasa hukum asal Prancis, Marcel Ceccaldi, menyebut kliennya dibunuh oleh sebuah unit komando beranggotakan empat orang.

“Seif dibunuh sekitar pukul 14.00 waktu setempat di rumahnya di Zintan oleh empat anggota komando,” ungkap Ceccaldi.

Saif al-Islam Khadafi ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kota Zintan, Libya, pada Senin (2/2/2026).

Sejumlah media internasional melaporkan, pembunuhan tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata yang masuk secara tiba-tiba ke rumahnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat keamanan Libya.

Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pembunuhan serta mengidentifikasi para pelaku.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi pemerintah Libya terkait detail kejadian.

Koresponden Al Jazeera Arabic di Libya, Ahmed Khalifa, melaporkan bahwa Saif tewas akibat luka tembak.

Namun, versi berbeda disampaikan oleh saudara perempuannya yang menyebut Seif meninggal dunia di wilayah dekat perbatasan Libya dengan Aljazair.

Media lokal Libya juga melaporkan bahwa sistem kamera pengawas di lokasi kejadian diduga sengaja dimatikan sebelum serangan berlangsung.

Meski demikian, pihak yang berada di balik insiden tersebut masih belum diketahui. Milisi Brigade Tempur 444 secara terbuka membantah keterlibatan dalam pembunuhan itu.

Sementara itu, kantor Jaksa Agung Libya dilaporkan telah membuka penyelidikan resmi guna mengusut tuntas kasus tersebut.

Seif al-Islam tidak pernah menduduki jabatan resmi dalam pemerintahan Libya.

Namun, sejak 2000 hingga 2011, ia kerap dianggap sebagai figur nomor dua setelah ayahnya dan dipandang sebagai penerus potensial kekuasaan Muammar Khadafi, yang berkuasa sejak 1969 sebelum digulingkan dan tewas pada 2011.

Ia pernah ditangkap di Zintan pada 2011 saat mencoba melarikan diri setelah Tripoli jatuh ke tangan oposisi. Seif kemudian dibebaskan pada 2017 melalui program amnesti umum.

Dalam perjalanan hidupnya, Seif juga menghadapi berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyiksaan dan kekerasan terhadap para penentang rezim ayahnya.

Sejak Februari 2011, namanya masuk dalam daftar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk larangan bepergian ke luar negeri.

Selain itu, Seif al-Islam Khadafi juga menjadi buronan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi selama konflik Libya pada 2011.

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #meninggal #libya #tewas