Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Iran Ancam Balasan Militer, Peringatkan AS Jangan Serang Teheran

Redaksi Radar Kudus • Senin, 2 Februari 2026 | 11:35 WIB
ilustrasi Iran vs AS (foto:Sefa Kart)
ilustrasi Iran vs AS (foto:Sefa Kart)

RADAR KUDUS - Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, militer Iran melontarkan peringatan keras kepada Washington.

Teheran menegaskan siap mengambil tindakan militer apabila Amerika Serikat melakukan kesalahan dengan menyerang wilayah Iran.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Panglima Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatami, dalam pernyataannya di Teheran pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Hatami menyatakan bahwa militer Iran saat ini memantau secara ketat seluruh pergerakan pasukan musuh di kawasan Timur Tengah.

“Kami sepenuhnya siap untuk bertahan. Kami mengamati pergerakan musuh di kawasan ini dengan sangat hati-hati,” ujar Hatami.

Ia menegaskan bahwa Iran memahami niat pihak-pihak yang dianggap bermusuhan dan tidak akan ragu mengambil langkah balasan apabila keamanan nasionalnya terancam.

Hatami memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan berdampak serius pada keamanan pasukan Amerika Serikat, kepentingan sekutunya di kawasan, serta stabilitas regional secara keseluruhan.

Ia bahkan menegaskan bahwa keamanan “rezim Zionis” juga akan berada dalam risiko jika konflik pecah.

Dalam kesempatan tersebut, Hatami juga menyambut baik sikap sejumlah negara di kawasan yang menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah maupun ruang udara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Menurutnya, negara-negara tetangga memahami bahwa gangguan terhadap keamanan Iran akan berujung pada ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah.

Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang dilandasi rasa saling menghormati.

“Jika pihak lain ingin menyelesaikan masalah, mereka harus memperlakukan bangsa Iran dengan penuh rasa hormat,” tegasnya.

Ketegangan meningkat seiring dengan penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah mengerahkan armada besar yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.

Menyusul ancaman intervensi terhadap Iran jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan nuklir baru atau gagal menghentikan tindakan represif terhadap demonstran.

Saat ini, Angkatan Laut Amerika Serikat disebut telah menempatkan enam kapal perang, satu kapal induk, serta tiga kapal tempur pesisir di kawasan tersebut.

Langkah ini memicu kekhawatiran luas akan meningkatnya risiko konflik bersenjata di Timur Tengah.

Trump juga dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terbatas yang menargetkan pasukan keamanan.

Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait langkah yang akan diambil Washington.

Meski situasi memanas, Trump menyatakan bahwa Iran disebut sedang serius melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Ia berharap Teheran bersedia mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama dan memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan beberapa jam setelah Pejabat Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Mengonfirmasi bahwa persiapan untuk negosiasi dengan Amerika Serikat sedang berlangsung pada hari yang sama.

Di sisi lain, meskipun membuka pintu diplomasi, Teheran tetap mengingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan militer.

Presiden Iran, Masoud Fezesian, menegaskan bahwa konflik berskala besar hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.

“Iran tidak pernah menginginkan perang dan sama sekali tidak mencari konflik,” ujar Fezesian.

Ia meyakini bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. (Ghina)

 

Editor : Ali Mustofa
#as #donald trump #iran #Teheran #militer #keamanan