Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alasan Mengapa Huruf X Selalu Jadi Simbol Angka Tak Diketahui

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:56 WIB
Mengapa Huruf X Selalu Dipakai dalam Matematika? (foto:serebryannikov)
Mengapa Huruf X Selalu Dipakai dalam Matematika? (foto:serebryannikov)

RADAR KUDUS - Saat mengerjakan soal matematika, hampir semua orang pasti akrab dengan huruf X.

Huruf tersebut kerap digunakan untuk melambangkan sesuatu yang belum diketahui, terutama ketika kita diminta mencari nilai suatu angka.

Namun, pernahkah terpikir, mengapa harus X? Mengapa bukan Y, Z, atau huruf lainnya?

Untuk memahami alasannya, kita perlu menengok ke masa lalu, tepatnya ke periode zaman keemasan Islam di Timur Tengah.

Dilansir dari saluran "Kok Bisa?". Pada masa itu, berbagai cabang ilmu pengetahuan berkembang pesat, termasuk matematika.

Salah satu cabangnya adalah aljabar, bidang yang hingga kini menjadi dasar perhitungan modern.

Dalam bahasa Arab, istilah yang digunakan untuk menyebut sesuatu yang belum diketahui adalah “al-shay’un”, yang berarti “sesuatu”.

Agar lebih praktis, istilah ini kemudian sering disingkat menjadi “shin”. Ketika karya-karya ilmuwan Muslim diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa, khususnya oleh para penerjemah Spanyol, muncul persoalan baru. Alfabet Latin tidak memiliki huruf yang setara dengan bunyi “sh”.

Sebagai solusi, para penerjemah menggunakan huruf K, yang kemudian dilambangkan dengan huruf Yunani tertentu.

Seiring waktu dan perubahan penulisan, simbol tersebut berevolusi dan akhirnya dikenal sebagai huruf X.

Namun, ada pula teori lain yang menjelaskan asal-usul penggunaan X dalam matematika. Teori ini membawa kita ke Prancis pada abad ke-17, ketika seorang ilmuwan ternama menulis buku penting tentang aljabar dan geometri.

Dalam karyanya, ia secara konsisten menggunakan huruf X untuk mewakili nilai yang belum diketahui.

Sejak saat itu, penggunaan X dalam persamaan matematika semakin populer dan menjadi standar.

Lalu muncul pertanyaan berikutnya. Mengapa ilmuwan tersebut memilih huruf X? Apakah pemilihannya benar-benar acak? Ternyata, jawabannya mungkin berkaitan dengan teknologi mesin cetak pada masa itu.

Sebelum era printer modern, buku dicetak menggunakan mesin cetak huruf bergerak. Setiap huruf dibuat dari logam dan disusun satu per satu.

Di Prancis, huruf X sangat jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari, sehingga stok logam huruf X berlimpah.

Kondisi ini membuat huruf X sering dimanfaatkan untuk keperluan khusus, termasuk simbol matematika. Sebuah alasan yang sederhana, tetapi berdampak besar hingga hari ini.

Menariknya, aljabar sendiri sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa keemasan Islam. Pada awal abad ke-20, para arkeolog menemukan tablet tanah liat dari peradaban Babilonia yang berusia ribuan tahun.

Di dalamnya terdapat bukti bahwa masyarakat Babilonia telah menggunakan konsep aljabar, bahkan hingga perhitungan pangkat empat.

Tablet lainnya juga menunjukkan pemahaman tentang pola segitiga Pythagoras, jauh sebelum Pythagoras lahir.

Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan saat mengerjakan soal matematika ternyata telah dialami manusia sejak ribuan tahun lalu.

Kini, huruf X tidak hanya hidup di buku pelajaran matematika, tetapi juga merambah dunia film, percakapan digital, hingga menjadi nama sebuah platform media sosial.

Mungkin memang tidak ada huruf lain dalam alfabet yang memiliki perjalanan sejarah dan makna seluas huruf X (Ghina)

Editor : Ali Mustofa
#ALJABAR #matematika