Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Kripto Turun 26 Januari 2026, Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Pasar Sedang Disaring

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 26 Januari 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi bitcoin
Ilustrasi bitcoin

RADAR KUDUS - Pasar aset kripto kembali bergerak ke fase koreksi. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, tekanan terlihat merata di jajaran kripto papan atas.

Bitcoin dan Ethereum—dua aset utama yang kerap menjadi penentu arah pasar—kompak melemah dalam 24 jam terakhir.

Namun di balik angka merah tersebut, tersimpan cerita yang lebih besar: pasar sedang memasuki fase seleksi alami menjelang babak baru adopsi institusional.

Koreksi ini terjadi di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya stabil. Investor cenderung menahan napas, membaca arah kebijakan moneter global, serta mencermati sinyal dari lembaga keuangan besar yang mulai membuka pintu bagi aset digital.

Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil di US$95 Ribu, ETF dan Derivatif Pegang Kendali Harga BTC

Bitcoin Turun, Tapi Masih Bertahan di Zona Strategis

Mengacu pada data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran USD 86.371 atau terkoreksi sekitar 3,2 persen dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin bertahan di area USD 1,73 triliun—angka yang masih menegaskan dominasinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Meski turun, posisi Bitcoin belum menunjukkan tanda kepanikan ekstrem. Level harga saat ini justru dianggap banyak analis sebagai zona konsolidasi, di mana pasar sedang mencari keseimbangan baru antara aksi ambil untung dan akumulasi jangka menengah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin bergerak lebih responsif terhadap sentimen makro, terutama ekspektasi suku bunga global dan arah regulasi aset digital.

Ini menunjukkan bahwa BTC semakin diperlakukan sebagai aset makro, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Baca Juga: Pajak Kripto Tembus Rp719 Miliar! INDODAX Jadi Penyumbang Terbesar di Tengah Turunnya Nilai Transaksi

Ethereum Terkoreksi Lebih Dalam, Altcoin Ikut Tertekan

Ethereum (ETH) mencatat koreksi yang lebih tajam dibanding Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, harga ETH turun sekitar 5,4 persen ke level USD 2.796. Kapitalisasi pasarnya kini berada di kisaran USD 338 miliar.

Tekanan pada Ethereum mencerminkan pelemahan yang lebih luas di sektor altcoin. Saat pasar berada dalam mode defensif, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko lebih tinggi dan kembali ke aset utama atau stablecoin.

Kondisi ini membuat altcoin besar ikut terseret ke zona merah, meskipun tidak semuanya mengalami tekanan yang sama besar.

Stablecoin Jadi Tempat Parkir Dana Sementara

Di tengah volatilitas, stablecoin kembali memainkan perannya sebagai “tempat aman sementara”. Tether (USDT) bergerak relatif stabil di kisaran USD 0,9989, naik tipis sekitar 0,05 persen. USDC pun menunjukkan pola serupa, bertahan di level USD 0,9997.

Stabilnya stablecoin menandakan bahwa dana tidak sepenuhnya keluar dari pasar kripto. Sebaliknya, banyak investor memilih menepi sementara, menunggu momentum masuk yang lebih jelas.

Fenomena ini sering muncul saat pasar berada di fase transisi, bukan di fase kehancuran.

BNB, XRP, hingga Solana Masih di Bawah Tekanan

Binance Coin (BNB) turun sekitar 2,9 persen ke level USD 861, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 117 miliar. XRP juga belum lepas dari tekanan, terkoreksi hampir 5 persen ke harga USD 1,82.

Sementara itu, Solana (SOL) mencatat penurunan yang lebih signifikan. Dalam 24 jam terakhir, SOL melemah lebih dari 7 persen ke kisaran USD 118.

Tekanan ini mencerminkan tingginya sensitivitas altcoin terhadap perubahan sentimen pasar.

Dogecoin (DOGE) kembali melemah sekitar 4,4 persen, sedangkan Cardano (ADA) turun hampir 6 persen. Koreksi ini menegaskan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam mode risk-off.

Baca Juga: Saham MDKA Diguncang Transaksi Negosiasi Rp2,9 T, Ini Makna di Baliknya

Monero Anjlok Paling Dalam, Pasar Pilih Aset Likuid

Salah satu penurunan terdalam datang dari Monero (XMR), yang anjlok hingga 12 persen dalam 24 jam terakhir.

Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa investor cenderung mengurangi eksposur pada aset dengan likuiditas lebih terbatas saat volatilitas meningkat.

Chainlink (LINK) juga masih tertekan, turun lebih dari 6 persen, sementara Bitcoin Cash (BCH) terkoreksi sekitar 4,3 persen.

Sebaliknya, beberapa aset seperti LEO dan USDe bergerak relatif stabil, menandakan adanya rotasi dana ke aset yang dianggap lebih defensif di dalam ekosistem kripto.

Koreksi Harga vs. Perubahan Struktur Pasar

Yang menarik, koreksi harga ini terjadi bersamaan dengan kabar meningkatnya minat institusi ke aset kripto.

UBS, salah satu bank terbesar dunia, dilaporkan tengah menjajaki layanan perdagangan kripto bagi klien perbankan swastanya.

Langkah UBS ini menambah daftar panjang institusi keuangan global yang mulai membuka akses kripto, menyusul bank-bank besar lain seperti JPMorgan Chase dan Morgan Stanley.

Artinya, di saat harga bergerak turun, fondasi adopsi justru sedang diperkuat.

Institusi Masuk, Pasar Jadi Lebih Selektif

Masuknya institusi membawa konsekuensi. Pasar menjadi lebih rasional dan selektif. Aset dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan kepastian regulasi cenderung lebih dipertahankan. Sebaliknya, aset yang hanya bertumpu pada hype lebih mudah tertekan.

Kondisi ini membuat koreksi seperti saat ini bisa dibaca sebagai proses “pembersihan alami” pasar, bukan sekadar sinyal negatif.

Koreksi sebagai Uji Mental Investor

Sudut pandang yang jarang diangkat adalah bahwa koreksi ini lebih banyak menguji ketahanan psikologis investor, bukan kekuatan teknologi kripto itu sendiri.

Infrastruktur blockchain tetap berjalan, adopsi institusi meningkat, dan inovasi tidak berhenti.

Yang diuji adalah kesabaran pasar dalam menunggu fase berikutnya.

Ke Mana Arah Pasar Selanjutnya?

Dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut. Pasar menanti katalis yang lebih kuat, baik dari sisi kebijakan moneter global maupun kejelasan regulasi aset digital di berbagai negara.

Namun dalam jangka menengah, kombinasi antara adopsi institusi dan meningkatnya kesadaran risiko justru bisa membentuk pasar kripto yang lebih matang.

Editor : Mahendra Aditya
#kripto #harga bitcoin #harga kripto #ethereum #harga bitcoin 2026 #harga kripto terbaru #Harga bitcoin hari ini #bitcoin #harga Ethereum hari ini