RADAR KUDUS - Insanul Fahmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada istri sahnya, Wardatina Mawa, sekaligus menegaskan kesiapannya menjalani seluruh proses hukum yang tengah dihadapinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Insanul melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.
Dalam video tersebut, Insanul Fahmi mengakui bahwa kegaduhan yang terjadi dalam rumah tangganya merupakan murni kesalahannya.
Ia menyebut polemik yang mencuat ke publik terjadi setelah dirinya menikah siri dengan Inara Rusli, yang berdampak pada keretakan rumah tangganya dengan Mawa.
Insanul menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab atas persoalan tersebut berada di pundaknya sebagai seorang laki-laki dan kepala keluarga.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menghadapi konsekuensi hukum maupun konsekuensi kehidupan atas perbuatannya.
“Sembari saya menjalani seluruh proses hukum dan konsekuensi hidup ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya di dunia dan akhirat,” ujar Insanul Fahmi, dikutip dari Tribun News, Jumat, 23 Januari 2025.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan menghindari proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif.
Menurut Insanul, tidak ada pihak lain yang patut disalahkan atas permasalahan tersebut.
“Seluruh kesalahan murni berasal dari diri saya sendiri. Tidak ada pihak lain yang patut disalahkan. Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya,” katanya.
Permohonan maaf terbuka tersebut diketahui menjadi salah satu syarat perdamaian yang diajukan Wardatina Mawa dalam kasus dugaan perzinaan yang melibatkan Insanul Fahmi.
Selain permintaan maaf, Mawa juga meminta Insanul menunjukkan bukti pernikahan siri dengan Inara Rusli sebagai syarat kedua untuk berdamai.
Persyaratan tersebut disampaikan Mawa dalam pertemuannya dengan Insanul Fahmi yang berlangsung pekan lalu.
Pertemuan itu turut dihadiri oleh Mawa beserta keluarga yang diwakili oleh kakak-kakaknya.
Dalam pertemuan tersebut, Insanul Fahmi disebut datang untuk melepas rindu dengan putra semata wayangnya hasil pernikahannya dengan Mawa.
Ia juga mengajak Mawa duduk bersama guna membicarakan kemungkinan perdamaian.
Sebagai bapak satu anak, Insanul Fahmi kembali menyampaikan penyesalannya kepada Mawa dan keluarga.
Ia mengaku menyesal telah gagal menjaga amanah serta kehormatan rumah tangganya.
“Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak,” ungkapnya. (Ghina Nailal Husna)
Editor : Ali Mustofa