Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dadan Hindayana Ungkap Target 36 Ribu SPPG Jangkau 83 Juta Warga Tahun 2026!

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 20 Januari 2026 | 15:08 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sedang menyampaikan laporan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto: tangkapan layar TVRI)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sedang menyampaikan laporan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto: tangkapan layar TVRI)

RADAR KUDUS - Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa program MBG telah menjangkau 55,1 juta orang penerima manfaat melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama tahun 2025.

Dengan penggunaan anggaran mencapai Rp55,2 triliun yang melampaui target Rp52,2 triliun.

Untuk tahun 2026, BGN menargetkan untuk memiliki 36 ribu SPPG yang melayani 82,9 juta penerima manfaat dengan produksi mencapai 21 miliar porsi makan, dengan harapan dapat tercapai pada pertengahan tahun.

Body Dadan Hindayana menegaskan komitmen BGN untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui akreditasi dan sertifikasi SPPG pada tahun 2026.

Selain itu, sebanyak 32 ribu pegawai inti SPPG, termasuk 31. 250 kepala SPPG dari program Sarjana Penggerak serta 750 formasi umum untuk akuntan dan ahli gizi, akan diangkat menjadi ASN PPPK mulai 1 Februari 2026.

Realisasi anggaran harian untuk MBG kini mencapai Rp855 miliar per hari per 16 Januari 2026, dengan total Rp17,39 triliun, di mana 70 persen dari jumlah tersebut digunakan untuk pengadaan bahan baku.

Program ini telah diluncurkan ulang pada 8 Januari 2026, disertai dengan kunjungan langsung dari Dadan ke SDN Kalibaru 01 Jakarta Utara untuk memastikan bahwa dana operasional bulan Januari telah disalurkan kepada SPPG.

Laporan yang disampaikan oleh Dadan Hindayana menunjukkan kemajuan yang berarti dari program MBG sebagai salah satu prioritas pemerintah untuk mengatasi permasalahan stunting dan gizi buruk di Indonesia.

Dengan target yang lebih ambisius untuk tahun 2026, BGN memiliki keyakinan untuk memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

Pemerintah tetap memberikan dukungan melalui anggaran tambahan dari Kementerian Keuangan. (Anita Fitriani)

             

Editor : Ali Mustofa
#SPPG #dadan hindayana #BGN #badan gizi #pppk #Kepala BGN