Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kerja Sama Indonesia–Brasil: Mitra Strategis di Bidang Ekonomi dan Pangan Global

Redaksi Radar Kudus • Senin, 19 Januari 2026 | 13:48 WIB
Kerja Sama Bilateral Indonesia–Brasil: Potensi Strategis di Bidang Ekonomi, Politik, dan Pangan
Kerja Sama Bilateral Indonesia–Brasil: Potensi Strategis di Bidang Ekonomi, Politik, dan Pangan

RADAR KUDUS - Brasil merupakan salah satu negara terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Amerika Selatan.

Negara yang dijuluki Negeri Samba ini menganut sistem pemerintahan republik federal dengan ibu kota Brasilia, sebuah kota terencana yang resmi ditempati sejak 1960.

Kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Brasil adalah presiden, dengan mata uang nasional Real Brasil. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Brasil telah terjalin sejak tahun 1953 dan terus berkembang hingga saat ini.

Secara geografis, Brasil menempati peringkat kelima sebagai negara terluas di dunia dengan luas wilayah lebih dari 8,5 juta kilometer persegi.

Negara ini terletak di Amerika Selatan dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara, seperti Guyana, Suriname, Venezuela, Kolombia, Peru, Bolivia, Paraguay, Argentina, Uruguay, serta Samudra Atlantik di sisi timur. Wilayah Brasil terbagi ke dalam empat zona waktu.

Kondisi alam Brasil sangat beragam. Kawasan Lembah Amazon menjadi ciri utama dengan hutan hujan tropis terluas di dunia yang dikenal sebagai selva.

Selain itu, terdapat dataran tinggi Brasil yang membentang di bagian tengah dan selatan, padang rumput luas sebagai pusat peternakan, dataran tinggi Guyana di utara dengan puncak tertinggi Pico da Neblina, serta dataran rendah sempit di sepanjang pantai timur yang menjadi lokasi kota-kota besar.

Di bagian selatan, Brasil memiliki wilayah pegunungan dan dataran rendah yang berbatasan dengan Argentina dan Uruguay.

Iklim Brasil secara umum terbagi menjadi tiga tipe utama, yakni iklim tropis basah di sebagian besar wilayah yang dilalui garis khatulistiwa, iklim sabana dan stepa tropis di bagian timur, serta iklim subtropis di wilayah selatan. Keanekaragaman iklim ini turut memengaruhi aktivitas ekonomi dan pertanian negara tersebut.

Jumlah penduduk Brasil pada Februari 2025 tercatat sekitar 212,5 juta jiwa. Komposisi penduduknya didominasi oleh ras campuran dan kulit putih keturunan Portugis serta Italia, disertai kelompok minoritas keturunan Afrika dan Asia.

Tingkat urbanisasi Brasil tergolong sangat tinggi, dengan lebih dari 90 persen penduduk tinggal di kawasan perkotaan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brasil berada sedikit di atas Indonesia, dengan usia harapan hidup rata-rata sekitar 70 tahun.

Dari sisi ekonomi, Brasil termasuk dalam sepuluh besar negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia.

Pada 2024, PDB Brasil mencapai sekitar 2,1 triliun dolar AS, dengan pendapatan per kapita hampir dua kali lipat Indonesia. Struktur ekonomi Brasil didominasi oleh sektor jasa, diikuti sektor industri dan agraris.

Meski kontribusi sektor pertanian terhadap PDB relatif kecil, Brasil merupakan salah satu produsen pangan terbesar dunia.

Brasil tercatat sebagai produsen kopi, kedelai, tebu, gula, dan jeruk terbesar di dunia, serta produsen utama jagung dan daging sapi. Keunggulan ini menjadikan Brasil sebagai mitra strategis Indonesia, khususnya dalam sektor pangan dan peternakan.

Dalam kerja sama bilateral, Brasil merupakan investor terbesar Indonesia dari kawasan Amerika Latin dan mitra dagang utama Indonesia di Amerika Selatan. Nilai perdagangan kedua negara pada 2023 mencapai sekitar Rp1 triliun, meskipun Indonesia masih mengalami defisit perdagangan.

Ekspor utama Indonesia ke Brasil meliputi karet, kakao, tembaga, dan minyak sawit, sedangkan impor dari Brasil antara lain bijih besi, kedelai, kapas, dan gula. Di sektor peternakan, kerja sama mencakup perdagangan daging sapi serta pengembangan sistem peternakan yang efisien.

Di bidang politik, Indonesia dan Brasil memperkuat kemitraan strategis melalui berbagai forum internasional, termasuk BRICS. Keanggotaan Indonesia dalam kelompok ini mempertegas posisi kedua negara dalam mendorong keseimbangan global dan mengurangi dominasi negara-negara besar tertentu.

Brasil juga memiliki sejumlah kota besar yang berperan penting dalam perekonomian dan budaya. São Paulo menjadi pusat bisnis dan keuangan terbesar, diikuti Rio de Janeiro sebagai bekas ibu kota yang dikenal sebagai kota wisata.

Brasilia berfungsi sebagai pusat pemerintahan, sementara Salvador, Fortaleza, Belo Horizonte, dan Manaus memiliki peran penting dalam bidang budaya, industri, dan perdagangan regional.

Kerja sama Indonesia dan Brasil menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam bidang ekonomi, pangan, dan politik global. Dengan kekuatan sumber daya alam dan pasar yang dimiliki kedua negara, kemitraan ini dinilai strategis dalam menghadapi tantangan global di masa depan. (Ghina Nailal Husna)

Editor : Zainal Abidin RK
#Brasil #bilateral #indonesia