Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral di Medsos! Patung Macan Putih di Balongjeruk Kediri Dianggap Mirip Zebra hingga Kudanil, Warga Luar Daerah Berdatangan untuk Swafoto

Ali Mustofa • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:30 WIB
Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kediri, viral karena bentuknya yang unik.
Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kediri, viral karena bentuknya yang unik.

RADAR KUDUS – Sebuah monumen macan putih yang berdiri di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Patung tersebut viral lantaran bentuknya dinilai unik dan mengundang tawa warganet.

Tak sedikit yang mengaitkannya dengan maskot klub sepak bola Persik Kediri.

Baca Juga: KPK Ungkap Potensi Kerugian Rp175 Triliun Akibat Kerusakan Hutan

Namun anggapan tersebut dibantah oleh Sekretaris Desa Balongjeruk, Ardan Setiadi.

Ia menjelaskan bahwa patung macan putih itu bukan simbol Persik Kediri, melainkan representasi danyang atau penjaga Desa Balongjeruk yang dikenal dalam cerita turun-temurun masyarakat setempat.

Sosok macan putih tersebut diyakini kerap menampakkan diri di kawasan Dusun Punden atau area perbatasan desa.

Sejak viral, monumen tersebut menarik perhatian banyak orang. Warga dari berbagai daerah berdatangan, sekadar melihat langsung atau berfoto.

Bentuk patung yang dianggap tak menyerupai harimau memunculkan beragam komentar, bahkan ada yang menyebutnya mirip kuda nil, zebra, hingga kapibara.

Menurut Ardan, kisah macan putih telah lama hidup dalam ingatan para sesepuh desa.

Konon, hewan tersebut dipercaya sebagai penjaga wilayah dan disebut-sebut merupakan peliharaan leluhur yang pertama membuka Desa Balongjeruk.

Baca Juga: Kediaman Dinas Putin Diserang Drone, Rusia Salahkan Ukraina

Meski demikian, ia menegaskan bahwa cerita tersebut hanya sebatas kepercayaan lama. “Sebagus-bagusnya pelindung tetap Allah,” ujarnya.

Cerita dari mulut ke mulut warga menyebutkan bahwa sosok macan putih masih sering terlihat berkeliling menjaga desa, terutama di area punden yang berupa sekumpulan pohon randu di tengah persawahan Dusun Balongjeruk.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menambahkan bahwa pembangunan patung tersebut tidak menggunakan dana desa.

Seluruh pembiayaan berasal dari dana pribadi dirinya. “Tidak ada anggaran dana desa yang dipakai,” tegasnya, Sabtu (27/12).

Ia menyebutkan, rencana pembangunan monumen telah dibahas melalui musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda.

Baca Juga: Perang Ukraina Konsolidasikan Kekuasaan Putin atas Elite Ekonomi Rusia

Dari forum tersebut disepakati macan putih sebagai ikon desa karena dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya.

Total biaya pembuatan patung mencapai Rp3,5 juta, dengan rincian Rp2 juta untuk upah pembuatan dan Rp1,5 juta untuk material.

Meski bentuk patung menuai kritik, Safi’i mengaku tidak mempermasalahkan beragam komentar warganet.

Justru, perhatian publik dianggap sebagai peluang untuk memperkenalkan Desa Balongjeruk lebih luas.

“Kritik dan saran kami terima sebagai bahan evaluasi. Kami juga menyadari hasil akhir belum sesuai rancangan awal, sehingga akan dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Pemerintah desa pun membuka ruang masukan dari masyarakat hingga pemerintah daerah, termasuk Bupati Kediri, agar monumen macan putih dapat disempurnakan dan benar-benar menjadi ikon kebanggaan warga Desa Balongjeruk.

Meski menuai pro dan kontra, viralnya patung macan putih ini sukses menarik perhatian publik dan menjadikan Desa Balongjeruk semakin dikenal luas.

 
 
 
Editor : Ali Mustofa
#warganet #zebra #kediri #Patung macan putih #Kudanil