Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Kematian Satu Keluarga di Situbondo Bikin Geger, Polisi Masih Selidiki Motif

Ali Mustofa • Senin, 29 Desember 2025 | 17:31 WIB

Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi korban tewas

RADAR KUDUS – Peristiwa tragis menimpa satu keluarga di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

Seorang ayah, ibu, dan anak ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di rumah mereka.

Kasus ini pertama kali terungkap oleh ayah kandung korban perempuan.

Baca Juga: Amankan Barang Bukti dan CCTV Mati, Polisi Dalami Dugaan Konflik Keluarga dalam Kasus Tewasnya Sekeluarga di Situbondo

Ketiga korban diketahui bernama Mohammad Hasim (58), Suningsih (38), serta putri mereka Umi Rahmania (18), warga Dusun Watu Ketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo.

Kejadian tersebut bermula saat Abdur (60), ayah Suningsih, hendak mengantarkan tempe pesanan keluarga korban.

Saat tiba di rumah, Abdur tidak mendapatkan jawaban meski sudah mengetuk pintu depan.

Ia kemudian mencoba masuk melalui pintu samping yang diketahui tidak terkunci.

“Saya masuk sebentar untuk menaruh tempe di meja dapur, setelah itu keluar lagi,” ujar Abdur, Minggu (28/12/2025).

Sekitar setengah jam berselang, Abdur kembali ke rumah tersebut karena merasa curiga.

Ia masuk melalui pintu samping dan mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan terbuka.

Baca Juga: Geger! Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Situbondo, Polisi Temukan Senjata Tajam

Di lokasi itu, ia melihat menantunya, Mohammad Hasim, tergeletak bersimbah darah.

Dalam kondisi panik, Abdur lalu masuk lebih jauh ke dalam rumah untuk mencari Suningsih dan cucunya.

Karena kondisi rumah gelap dan pintu kamar tertutup, ia menyalakan lampu. Saat itulah terlihat genangan darah di depan kamar Suningsih.

Abdur kemudian masuk ke dalam kamar dan mendapati anak serta cucunya tergeletak di lantai dalam keadaan berlumuran darah.

Ia sempat memastikan kondisi Suningsih dan Umi Rahmania, namun keduanya telah meninggal dunia.

Baca Juga: Kebakaran di Gedung Sarinah Jakarta Pusat, Manajemen Pastikan Mal Tetap Beroperasi

Abdur lalu keluar rumah untuk meminta bantuan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga Desa Demung.

Aparat kepolisian dari Polsek Besuki dan Polres Situbondo segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolsek Besuki AKP Febry Hermawan membenarkan adanya penemuan tiga orang sekeluarga yang meninggal dunia di dalam rumah.

Ia menyampaikan bahwa lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Benar, tiga orang yang masih satu keluarga ditemukan meninggal di rumahnya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Febry.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau dan lima unit telepon seluler yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi juga memeriksa kamera pengawas di rumah korban yang diduga tidak berfungsi saat peristiwa terjadi.

Baca Juga: Daftar Terbaru Harga BBM Pertamina Hari Ini di SPBU Se-Indonesia, Berlaku Senin 29 Desember 2025

“Kami mengamankan lima handphone dan sebilah pisau. CCTV masih kami periksa, namun diduga dalam kondisi mati saat kejadian,” ujar AKP Agung.

Ia menambahkan, tim forensik saat ini masih melakukan autopsi terhadap ketiga jenazah di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

Hasil autopsi tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab kematian serta mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.

Dari pemeriksaan awal, ketiga korban diduga mengalami luka sayatan senjata tajam di bagian leher.

Namun demikian, polisi menyatakan belum menemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga di rumah korban.

Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti tambahan.

Dugaan konflik internal keluarga yang beredar di masyarakat masih akan diverifikasi lebih lanjut oleh penyidik sebelum ditarik kesimpulan resmi.

 
 
 
Editor : Ali Mustofa
#barang bukti #meninggal #Sekeluarga #situbondo #bersimbah darah #kepolisian