Sebulan Bencana Sumatera, BNPB Laporkan Korban Tewas Naik Jadi 1.135 Orang, 173 Masih Hilang

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 26 Desember 2025 | 20:19 WIB
Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang Junjung Sirih, Kab. Solok. Sumatera Barat.
Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang Junjung Sirih, Kab. Solok. Sumatera Barat.

RADAR KUDUS – Tepat satu bulan setelah bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Kamis (25/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis laporan terbaru terkait dampak bencana tersebut.

Laporan itu memuat perkembangan jumlah korban meninggal dunia, korban hilang, serta pengungsi di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

BNPB mencatat, hingga Kamis (25/12/2025), total korban meninggal dunia mencapai 1.135 orang, sementara 173 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Pendakian Berujung Duka, Pendaki Perempuan Asal Nganjuk Meninggal Tersambar Petir di Gunung Merbabu, Begini Kronologinya

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penambahan korban jiwa terjadi seiring dengan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.

“Berdasarkan hasil operasi SAR yang dilakukan secara intensif di tiga provinsi, hari ini kembali ditemukan enam korban meninggal dunia. Dengan demikian, total korban jiwa yang sebelumnya berjumlah 1.129 orang kini menjadi 1.135 orang,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar secara daring.

Ia menambahkan, ditemukannya korban meninggal dunia turut berdampak pada berkurangnya jumlah korban hilang.

Meski demikian, hingga saat ini masih ada 173 orang yang belum ditemukan.

Operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta unsur pemerintah daerah.

Secara rinci, BNPB mencatat korban meninggal dunia di Aceh mencapai 503 orang dengan 31 orang dinyatakan hilang.

Baca Juga: Update Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Mahal, Telur di Atas Rp32 Ribu

Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat 371 korban meninggal dunia dan 70 orang hilang.

Adapun Sumatera Barat mencatat 261 korban meninggal dunia serta 72 orang masih dalam pencarian.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan tempat tinggalnya.

Jumlah pengungsi hingga kini tercatat sebanyak 489.864 jiwa.

“Pengungsi paling banyak berada di Aceh, yakni sekitar 466,6 ribu orang. Sementara di Sumatera Utara terdapat sekitar 13 ribu pengungsi dan di Sumatera Barat sekitar 10 ribu orang,” jelas Abdul Muhari.

Baca Juga: Forum Syuriyah–Mustasyar di Lirboyo Sepakat Akhiri Konflik, PBNU Putuskan Muktamar Segera Digelar

Selain penanganan pengungsi, BNPB juga memastikan distribusi bantuan logistik terus berjalan.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat yang disalurkan melalui Posko Nasional BNPB di Halim, Jakarta.

“Hingga hari ini, total logistik yang masuk ke Posko Halim mencapai 1.370 ton. Dari jumlah tersebut, 1.361 ton sudah disalurkan ke daerah terdampak, sementara sisanya menjadi stok cadangan,” ungkap Abdul Muhari.

Khusus penyaluran bantuan pada hari ini, BNPB mencatat distribusi logistik ke Aceh mencapai 37,4 ton, ke Sumatera Utara 8,7 ton, dan ke Sumatera Barat sebanyak 6,1 ton.

Bantuan tidak hanya dikirim melalui jalur udara, tetapi juga mulai didistribusikan lewat jalur darat seiring pulihnya sejumlah akses jalan di wilayah terdampak.

Lebih lanjut, BNPB juga memaparkan dampak kerusakan infrastruktur akibat bencana tersebut.

Total rumah yang mengalami kerusakan tercatat sebanyak 157.838 unit, dengan rincian 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan.

Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini 26 Desember 2025: Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Turun

Selain itu, sekitar 1.900 fasilitas umum turut terdampak, termasuk 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan.

806 rumah ibadah, 291 gedung perkantoran, serta 734 unit jembatan.

BNPB menegaskan bahwa data jumlah korban meninggal dunia, korban hilang, dan pengungsi masih berpotensi berubah seiring berjalannya proses pendataan di lapangan.

Pemerintah pusat dan daerah saat ini terus berupaya mempercepat pemulihan, termasuk perbaikan fasilitas publik serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

Editor : Ali Mustofa
bencana alam meninggal aceh bnpb sumatera