RADAR KUDUS – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Mohammad Nuh menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Syuriyah bersama jajaran Mustasyar PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, telah mencapai kesepakatan penting, yakni menyelenggarakan muktamar dalam waktu dekat.
Menurut Nuh, PBNU menyambut positif hasil forum tersebut sebagai upaya menjaga ketertiban organisasi sekaligus memperkuat persatuan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Ia menilai forum berjalan dengan suasana yang tenang, khidmat, dan penuh kebijaksanaan.
Baca Juga: Tinggalkan Prancis, Ini Alasan Emosional di Balik Keputusan Luca Zidane Bela Timnas Aljazair
“Forum konsultasi ini berlangsung secara arif dan bijak. Tercapai kesepahaman untuk melangkah ke depan melalui jalur konstitusional,” ujar Nuh dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis.
Ia menjelaskan, hasil kesepakatan forum akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta peraturan perkumpulan yang berlaku.
PBNU, kata dia, akan menyiapkan langkah-langkah teknis agar pelaksanaan muktamar berjalan tertib, sah, dan bermartabat.
“PBNU siap melaksanakan Muktamar sebagaimana yang telah disepakati, dan itu akan dilakukan dalam waktu yang tidak lama,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nuh juga menyampaikan bahwa Rais Aam PBNU dan Wakil Rais Aam menunjukkan sikap lapang dada dengan memberikan maaf atas permohonan maaf Ketua Umum PBNU terkait kekeliruan dalam mengundang Peter Berkowitz pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).
Sikap tersebut dinilai mencerminkan tradisi NU yang selalu mengedepankan akhlak, tabayun, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.
“Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi,” kata Nuh.
Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini 26 Desember 2025: Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Turun
PBNU pun berharap seluruh warga nahdliyyin serta jajaran pengurus di semua tingkatan dapat menjaga situasi tetap kondusif dan mempercayakan penyelesaian persoalan organisasi kepada mekanisme yang telah disepakati bersama.
Forum konsultasi yang diprakarsai Syuriyah PBNU itu dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, antara lain KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori, KH Idris Hamid, H Muhammad Nuh, Gus Muhib, dan Gus Yazid.
Sejumlah tokoh NU lainnya juga tampak hadir, di antaranya Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, serta Gus Nadzif.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf turut hadir bersama jajaran Tanfidziyah PBNU, termasuk H Amin Said Husni.
Dari unsur Mustasyar PBNU, hadir antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina 26 Desember 2025, Cek Daftar Terbaru di Seluruh Indonesia
Dalam forum tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sepakat melakukan islah atau rekonsiliasi.
Pertemuan yang berlangsung di Pesantren Lirboyo itu menjadi momentum pertemuan langsung kedua pimpinan PBNU, sekaligus menandai berakhirnya ketegangan internal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai jalan tengah, kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Musyawarah di Lirboyo tersebut merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga digelar di lokasi yang sama.
Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU, yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua pihak.
Kesepakatan itu dicapai setelah melalui dialog panjang, negosiasi, serta perdebatan yang cukup intens, namun tetap berada dalam bingkai ukhuwah nahdliyah.
Sejumlah tokoh sentral NU hadir dan berperan sebagai penengah, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin.
Baca Juga: Harga Emas Menguat Jelang Akhir Tahun, Cek Daftar Terbarunya Hari Ini Kamis 25 Desember 2025
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, silaturahim di Pesantren Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.
Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.
Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama guna mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
“Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” ujar Gus Yahya.