Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nyaris Tersandung Tim Divisi Tiga, Real Madrid Lolos Dramatis ke 16 Besar Copa del Rey

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:44 WIB

Mbappé mencetak empat gol dan menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan dari Olympiakos
Mbappé mencetak empat gol dan menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan dari Olympiakos

RADAR KUDUS - Tanpa VAR dan dengan skuad rotasi, Madrid dipaksa kerja keras sebelum menundukkan perlawanan Talavera

Real Madrid memang melangkah ke babak 16 besar Copa del Rey, tetapi tiket itu diraih dengan cara yang jauh dari kata nyaman.

Bertandang ke Estadio El Prado, markas Talavera de la Reina, El Real harus mengerahkan fokus penuh sebelum mengunci kemenangan tipis 3-2 atas wakil divisi tiga Spanyol tersebut.

Laga ini menjadi pengingat bahwa di Copa del Rey, status raksasa tidak selalu menjamin jalan mulus.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions! Real Madrid vs Man City Siap Meledak di Bernabéu—Siapa yang Terhempas?

Sejak menit awal, Madrid tampil menguasai bola dan mencoba menekan pertahanan tuan rumah. Namun Talavera tidak sekadar bertahan. Dengan garis pertahanan rapat dan duel fisik intens, mereka memaksa Madrid memainkan bola lebih sabar.

Keunggulan Madrid baru tercipta di menit ke-41 lewat titik putih. Wasit menunjuk penalti setelah Marcos Moreno dinilai melakukan handball di kotak terlarang saat berduel dengan Álvaro Carreras.

Keputusan ini memicu perdebatan karena bola disebut lebih dulu mengenai kepala sang pemain. Tanpa kehadiran VAR di fase ini, keputusan tak bisa dikoreksi. Kylian Mbappé yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya dengan dingin.

Gol Bunuh Diri yang Mengubah Alur Babak Pertama

Madrid memanfaatkan momentum di penghujung babak pertama. Umpan Mbappé ke depan gawang berujung kesialan bagi Talavera.

Bek Manu Farrando yang berniat menghalau justru mengirim bola ke gawang sendiri. Skor 2-0 menutup babak pertama, memberi kesan Madrid akan menang mudah.

Namun skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Talavera tetap disiplin, menunggu celah, dan tidak kehilangan keberanian meski tertinggal dua gol.

Baca Juga: Setelah Tolak Konaté, Real Madrid Buru 5 Bek Monster untuk Revolusi 2026: Nama-Namanya Bikin Kaget!

Rotasi Madrid, Celah untuk Talavera

Memasuki babak kedua, Madrid melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan pemain pelapis. Di sinilah ritme permainan sedikit berubah. Intensitas menurun, dan Talavera mulai lebih sering keluar dari tekanan.

Usaha tuan rumah akhirnya berbuah hasil di menit ke-80. Nahuel Arroyo menyambut umpan silang Manu Farrando dengan tembakan mendatar yang mengarah ke sudut gawang. Andriy Lunin tak mampu menghalau sepenuhnya, dan skor berubah menjadi 1-2. Stadion bergemuruh, kepercayaan diri Talavera meningkat drastis.

Saat Talavera mulai bermimpi menghadirkan kejutan, Madrid menunjukkan mental juara. Delapan menit berselang, Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Menerima umpan dari Aurélien Tchouaméni, Mbappé melepaskan tembakan jarak jauh. Kiper Jaime González sempat menepis, tetapi bola tetap meluncur melewati garis gawang.

Gol ini menjadi pukulan telak bagi Talavera. Madrid kembali unggul dua gol, dan Mbappé menegaskan perannya sebagai penentu di momen krusial.

Perlawanan Terakhir yang Hampir Mengguncang

Talavera belum menyerah. Di menit 90+1, Gonzalo Di Renzo memanfaatkan bola muntah dari tendangan bebas Isaiah Navarro yang membentur tiang. Skor menjadi 2-3, dan sisa waktu terasa sangat menegangkan bagi Madrid.

Namun pengalaman berbicara. Madrid mampu menjaga bola dan mengulur tempo hingga peluit panjang berbunyi. Kejutan yang diimpikan Talavera pun sirna.

Meski lolos, laga ini menyisakan banyak evaluasi bagi Real Madrid. Pertahanan yang sempat lengah, ritme permainan yang menurun saat rotasi dilakukan, serta ketergantungan pada momen individual menjadi catatan penting jelang fase berikutnya.

Di sisi lain, Talavera layak mendapat apresiasi. Sebagai tim divisi tiga, mereka tampil tanpa rasa inferior dan nyaris memaksa Madrid ke situasi genting. Keberanian dan disiplin mereka menjadikan pertandingan ini salah satu duel paling menarik di babak 32 besar.

Baca Juga: Bayangkan Real Madrid Tanpa Mbappé: Pengubah Alur Permainan Real Madrid di Kandang Olympiakos

Tanpa VAR, Drama Copa del Rey Lebih Terasa

Satu aspek yang mencuri perhatian adalah absennya VAR. Keputusan penalti di babak pertama menjadi bukti bagaimana detail kecil bisa mengubah jalannya laga.

Dalam kompetisi seperti Copa del Rey, situasi ini justru menambah drama dan ketidakpastian, sekaligus memperbesar peluang kejutan.

Dengan kemenangan ini, Real Madrid resmi melaju ke 16 besar. Lawan berikutnya baru akan diketahui melalui undian awal Januari.

Jika Madrid kembali tampil dengan rotasi, pelajaran dari laga melawan Talavera menjadi modal penting agar tidak kembali nyaris tergelincir.

Copa del Rey kembali membuktikan reputasinya sebagai panggung kejutan. Madrid selamat, tetapi peringatan sudah jelas: satu lengah saja, raksasa bisa tumbang.

Editor : Mahendra Aditya
#Talavera vs Madrid #real madrid #copa del rey 2025 2026 #Copa del Rey 2025 #Hasil Copa del Rey