Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diduga Pungut Les Berbayar, Guru SDN Pajeleran 01 Bogor Diprotes Wali Murid

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 17 Desember 2025 | 18:49 WIB
Wali murid SDN Pajeleran 01, Cibinong, Bogor, menggelar aksi protes terkait dugaan praktik tidak etis seorang guru
Wali murid SDN Pajeleran 01, Cibinong, Bogor, menggelar aksi protes terkait dugaan praktik tidak etis seorang guru

RADAR KUDUS - Beberapa orang tua murid di SDN Pajeleran 01, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, serentak mengajukan protes terhadap dugaan tindakan tidak etis yang dilakukan oleh seorang guru bernama Sujana.

Protes itu muncul setelah banyak keluhan mengenai praktik les berbayar yang diduga memengaruhi nilai akademik siswa.

Keluhan dari para orang tua siswa itu juga terekam dalam sebuah video yang tersebar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, seorang orang tua siswa mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap sikap guru tersebut.

"Anak saya sebenarnya telah menyelesaikan tugas dan ujian, tetapi karena tidak mengikuti les, nilainya justru diberikan nol. Sementara yang mengikuti les, meskipun jawabannya salah, tetap diakui,” kata seorang orang tua siswa dalam video itu.

Menurut informasi dari wali murid, Sujana diduga mendirikan kursus berbayar yang ditujukan khusus untuk murid-muridnya.

Siswa yang mengikuti kursus itu dikatakan meraih nilai tinggi, bahkan jawaban ujian yang keliru tetap diperbaiki untuk mendapatkan nilai baik.

Sebaliknya, siswa yang tidak menghadiri les berbayar atau tidak dapat membayar uang kas justru menerima perlakuan yang berbeda.

Sejumlah orang tua menyatakan bahwa anak-anak mereka menerima nilai yang rendah, bahkan ada yang mendapatkan nilai nol, meskipun telah menyelesaikan ujian.

Sebagai dampak dari praktik itu, beberapa siswa terpaksa mengambil uang dari orang tua mereka untuk memenuhi permohonan sumbangan uang kas.

“Anak saya bahkan harus mengambil uang di rumah karena khawatir dimarahi jika tidak membayar kas,” kata seorang orang tua siswa.

Para orang tua mengharapkan agar sekolah dan Dinas Pendidikan setempat segera bertindak untuk menanggapi laporan tersebut sehingga dunia pendidikan dapat terus mengedepankan nilai keadilan dan profesionalisme.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak sekolah serta guru yang terlibat belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan itu (Amelia NA)

Editor : Ali Mustofa
#protes guru #murid sd #tidak etis