Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemulihan Jalan Nasional Lintas Sumatra Menuju Sibolga Tersisa 4 Kilometer, Jalur Poriaha Dihentikan Sementara

Ali Mustofa • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:26 WIB
Sebuah truk melintasi Jalan Nasional Lintas Sumatra Taput Sibolga yang terdampak longsor.      
Sebuah truk melintasi Jalan Nasional Lintas Sumatra Taput Sibolga yang terdampak longsor.   

 

RADAR KUDUS – Upaya pemulihan akses Jalan Nasional Lintas Sumatra yang menghubungkan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga kini masih menyisakan sekitar empat kilometer.

Namun, penanganan jalur menuju Poriaha untuk sementara waktu dihentikan.

Penjabat Kepala Desa Simpang Tiga Rampah, Alfredo Banjarnahor, menyampaikan bahwa penghentian pekerjaan dilakukan setelah adanya informasi mengenai ruas jalan yang terputus akibat longsor di jalur tersebut.

“Penanganan ke arah Poriaha dari Simpang Tiga Rampah sementara dihentikan karena ada laporan titik jalan yang benar-benar terputus,” ujar Alfredo, Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, seluruh alat berat yang sebelumnya difungsikan untuk membuka akses jalan kini telah ditarik kembali ke wilayah Simpang Tiga Rampah.

Hingga saat ini, pemerintah desa belum menerima kejelasan terkait langkah lanjutan penanganan jalur tersebut.

“Alat berat semuanya sudah kembali ke Simpang Tiga Rampah. Untuk kelanjutannya seperti apa, kami masih menunggu instruksi dari pimpinan,” jelasnya.

Meski begitu, Alfredo memastikan bahwa proses pemulihan akses jalan menuju arah Sibolga tetap berjalan, meskipun jalur tersebut belum sepenuhnya tersambung hingga kawasan Aek Meranti.

“Ke arah Sibolga, kemungkinan masih tersisa sekitar empat kilometer lagi dari Aek Meranti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Alfredo menyebutkan bahwa panjang jalur terdampak longsor dari wilayah Tapanuli Utara menuju Sibolga mencapai sekitar 18 kilometer.

Hingga Jumat (12/12/2025), pembersihan material longsor telah dilakukan hingga titik sekitar 16 kilometer.

“Total jalur dari sini ke arah Sibolga sekitar 18 kilometer, dan pengerjaan sudah mencapai kurang lebih 16 kilometer,” katanya.

Namun demikian, salah satu titik dengan kerusakan paling parah berada di Desa Simaninggir.

Menurut perkiraan, lokasi tersebut memerlukan waktu penanganan sekitar dua hingga tiga pekan agar akses dapat pulih secara optimal.

Pemerintah bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah lanjutan agar jalur strategis penghubung Tapanuli Utara dan Sibolga dapat kembali berfungsi normal, sehingga aktivitas masyarakat serta distribusi logistik tidak terus terganggu.

Editor : Ali Mustofa
#akses jalan #masyarakat #longsor #sumatera #sibolga