Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemugaran Gunung Padang Jadi Bukti Keseriusan Negara Jaga Warisan Sejarah

Ali Mustofa • Selasa, 16 Desember 2025 | 17:14 WIB

Situs Cagar Budaya Gunung Padang
Situs Cagar Budaya Gunung Padang

RADAR KUDUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan langsung ke Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, pada Senin, 15 Desember 2025.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut berkaitan dengan agenda dimulainya rekonstruksi atau pemugaran situs bersejarah yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan yang diikutinya merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan dalam upaya pelestarian cagar budaya nasional.

Baca Juga: KPK Usut Anggota Komisi XI DPR 2019–2024 Usai Tahan Dua Tersangka Kasus CSR BI–OJK, Ini Identitasnya

“Saya sedang menuju acara rekonstruksi Situs Gunung Padang, ini program dari Kementerian Kebudayaan,” ungkap Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian serta sejumlah peneliti dan akademisi, antara lain Prof Danny Hilman Natawidjaja, Ali Akbar, dan Taqyuddin.

Kehadiran para ahli ini menunjukkan bahwa proses rekonstruksi dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan kajian mendalam.

Saat menempuh jalur menuju situs yang cukup terjal, Dedi Mulyadi mengaku takjub dengan kemampuan leluhur Nusantara pada masa lampau.

Ia mengingatkan agar masyarakat menjaga dan merawat peninggalan sejarah yang telah diwariskan.

“Leluhur kita dulu membawa batu ke sini. Kita berjalan saja sudah kewalahan. Maka dari itu, mari kita jaga warisan leluhur dan jangan sampai merusaknya, itu dosa,” ujar Dedi.

Setibanya di kawasan situs, Dedi kembali mengungkapkan kekagumannya terhadap ketangguhan bangunan yang mampu bertahan ratusan bahkan ribuan tahun.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Selasa 16 Desember: Tak Bergerak, Berikut Rincian Lengkapnya

Ia kemudian membandingkannya dengan banyak bangunan modern yang dinilai kurang kokoh meski dibangun dengan teknologi dan perencanaan yang lebih maju.

“Kita membangun sekolah atau jembatan dengan semen, perencanaan, pengawasan, dan audit, tapi baru beberapa tahun sudah rusak. Sementara leluhur kita, dengan segala keterbatasannya, mampu membangun sesuatu yang bertahan sangat lama,” katanya.

Gubernur Jawa Barat berusia 54 tahun itu menegaskan bahwa generasi sekarang seharusnya mampu membangun lebih baik dibandingkan masa lalu.

Menurutnya, jika hasil pembangunan justru lebih buruk, hal itu menjadi sesuatu yang patut disesalkan.

“Kalau kita membangun lebih jelek dari leluhur, itu memalukan. Mereka tidak mengenyam pendidikan tinggi, tidak ada rapat paripurna atau pengesahan anggaran, tapi hasil karyanya luar biasa,” sambung Dedi.

Baca Juga: Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini, Selasa 16 Desember 2025 di Seluruh Indonesia

Ia pun kembali menekankan pentingnya menjaga peninggalan leluhur, khususnya situs-situs bersejarah dan kawasan alam yang memiliki nilai budaya tinggi.

“Warisan leluhur harus dirawat, baik bangunan sejarah maupun alamnya. Jangan terus dijual atau ditebangi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan memastikan akan melakukan rekonstruksi Situs Cagar Budaya Gunung Padang dengan melibatkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon juga sempat hadir dalam kegiatan doa bersama di lokasi tersebut sebagai penanda dimulainya kajian lanjutan dan pemugaran.

Doa bersama itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus langkah awal untuk menelusuri kembali jejak peradaban kuno Nusantara yang diyakini tersimpan di Gunung Padang.

“Melalui kajian dan pemugaran yang berkelanjutan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen menjaga dan merawat Gunung Padang sebagai warisan budaya yang menjadi kebanggaan Indonesia,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kebudayaan yang dikutip dari akun Instagram resminya.

Pada kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga meresmikan dimulainya pemugaran Situs Gunung Padang.

Langkah ini disebut sebagai jawaban atas penantian panjang para arkeolog, sejarawan, dan pegiat budaya, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga cagar budaya yang kini berstatus Cagar Budaya Nasional.

Baca Juga: Upaya Pencarian Berbuah Hasil, Dua Korban Bencana di Tapanuli Tengah Ditemukan Meninggal, Ini Identitasnya

Dedi menegaskan bahwa rekonstruksi Gunung Padang bukan sekadar wacana, melainkan bentuk nyata tanggung jawab negara.

“Negara bertanggung jawab penuh terhadap rekonstruksi peninggalan sejarah. Jika anggaran belum tersedia, maka harus diupayakan agar tersedia,” tegasnya, seperti dikutip dari laman resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Pemprov Jawa Barat akan bersinergi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam hal pembiayaan.

Menurut Dedi, pelestarian warisan budaya tidak boleh terhambat oleh persoalan kewenangan birokrasi.

Sinergi antara APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten dinilai menjadi kunci keberhasilan rekonstruksi ini.

Baca Juga: Rem Diduga Bermasalah, Isuzu Light Truck Tabrak Truk di Simpang Salib Putih Salatiga, Satu Orang Terluka dan Dilarikan ke RS

Ia berharap dimulainya pemugaran Gunung Padang dapat mematahkan anggapan bahwa proyek tersebut hanya menjadi cerita lama yang terus berulang setiap pergantian kepemimpinan.

“Mulai hari ini, kita tidak lagi memperdebatkan soal kewenangan. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama, perbedaannya hanya pada skema pembiayaan,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Dedi juga menyampaikan pandangan filosofis tentang nama Gunung Padang.

Menurutnya, gunung melambangkan puncak peradaban, sementara padang dimaknai sebagai keluasan pandangan hidup.

Situs ini menjadi bukti bahwa leluhur sengaja membangun pusat peradaban di tempat tertinggi untuk memperoleh pandangan alam dan kehidupan yang luas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menambahkan bahwa rekonstruksi Gunung Padang membawa harapan besar, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun pariwisata.

Penggalian dan kajian lanjutan diyakini mampu membuka informasi baru tentang peradaban masa lalu Nusantara.

Selain itu, status Cagar Budaya Nasional diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sejarah.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Picu Kepanikan, 350 Kios Ludes

Dengan dukungan infrastruktur dan akses transportasi modern, termasuk program West Java Traincation yang terhubung dengan jaringan kereta api, Gunung Padang diproyeksikan menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia yang mampu mendorong perekonomian daerah dan nasional.

Upaya menghidupkan kembali Situs Cagar Budaya Gunung Padang kini memasuki babak baru setelah lebih dari satu dekade mengalami kebuntuan.

Pemerintah memilih pendekatan kolaborasi lintas sektor, termasuk membuka peluang keterlibatan swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP).

Direktur Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, Esti Nurjadin, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar proses rekonstruksi tidak kembali terhenti akibat keterbatasan anggaran.

Meski melibatkan swasta, pemerintah tetap menjadi pengendali utama, sementara mitra non-pemerintah berperan sebagai pendukung.

Baca Juga: Dua Inovasi Pemprov Jateng Tembus Nasional, Raih Penghargaan Kemen PAN-RB

Lebih dari sekadar pemugaran fisik, rekonstruksi Gunung Padang dipandang sebagai upaya merawat identitas dan memori kolektif bangsa.

Pemerintah menilai situs ini sebagai bukti penting bahwa Indonesia memiliki jejak peradaban kuno yang layak dijaga dan dipelajari.

Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menambahkan bahwa skema PPP membuka peluang besar bagi dunia usaha dan filantropi budaya.

Gunung Padang direncanakan menjadi proyek percontohan sebelum pendekatan serupa diterapkan di situs cagar budaya lainnya.

Dari Cianjur, harapan baru pelestarian budaya nasional mulai dirajut. Pemerintah menegaskan bahwa rekonstruksi Gunung Padang tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus berlanjut menjadi kerja nyata demi menjaga warisan sejarah sebagai tanggung jawab bersama.

 
Editor : Ali Mustofa
#Dedi Mulyadi #masyarakat #gunung padang #warisan leluhur #Cianjur #cagar budaya